Januari 2019

31 Januari 2019

Wiranto: Jangan Pilih Pemimpin yang Gendeng

Berita Terkini - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta rakyat tak memilih pemimpin gendeng atau gila. Meski tak merinci sosok pemimpin yang dimaksud, Wiranto mengatakan seorang pemimpin dalam kontestasi pilpres 2019 harus memiliki kompetensi yang mumpuni.

"Kalau pilih pemimpin itu jangan yang lucu, jangan yang gendeng. Pemimpin yang baik itu harus punya kompetensi," ujar Wiranto dalam acara silaturahmi bersama BNN di gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (31/1).

Merujuk pendapat psikiater Dadang Hawari, kata dia, seorang pemimpin setidaknya harus memenuhi sejumlah kriteria yakni kecerdasan, kemampuan emosional, kreativitas, dan spiritual.

"Bahasa sederhananya pilih yang tawadhu, sabar, nah tapi ini kalau dibacutke (lanjutkan) kampanye saya," kelakarnya.

Mantan Panglima ABRI ini mengatakan, memilih pemimpin dalam pilpres tak bisa sembarangan. Sebab, siapa pun yang terpilih akan memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan.

"Jangan sampai terkelabui lima tahun pilih pemimpin yang tidak bener. Kalau salah pilih pemimpin, sampeyan ikut dosa," ucap Wiranto.

Ketua Dewan Pembina Partai Hanura ini meminta agar pihak yang gagal dalam kontestasi pilpres nantinya mampu menerima kekalahan tersebut. Menurutnya, pesta demokrasi lima tahunan itu ibarat sebuah pertandingan di mana kekalahan adalah hal biasa.

"Gak usah ngototlah. Pertandingan kalau kalah ya harus ngerti, nasibnya memang kalah. Bukan terus protes, demo, nyantet, tapi cari pola lain yang cocok. Misal jadi menteri," ucap Wiranto. [cnn]


Tantang Rizieq Bikin Partai, Yusril: Jangan Cuma Omong Kosong!

Berita Terkini - Ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menanggapi maklumat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Dia menantang Rizieq membentuk partai usai memerintahkan anggota FPI mundur sebagai pengurus dan caleg PBB.

Salah satu isi maklumat Rizieq adalah memerintahkan anggota FPI yang menjadi caleg PBB di pemilu 2019 agar mengundurkan diri. Sebaiknya mendukung partai Islam lain atau membentuk partai perlawanan.

"Kita lihat saja nanti, mampu tidak Habib Rizieq bikin partai, jangan hanya omong kosong saja," ucap Yusril, dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (31/1).

Yusril menegaskan dirinya, selaku Ketum PBB, tidak mempermasalahkan ketika Rizieq meminta anggota FPI mundur dari pencalegan PBB. Menurutnya, tidak akan berpengaruh signifikan terhadap PBB yang akan menghadapi pemilu legislatif. Justru, menurut Yusril, lebih baik Rizieq membentuk partai sendiri.

"Kalau Habib Rizieq mau mendirikan partai perlawanan, silahkan saja bikin partai sendiri daripada mau mengobok-obok PBB dari dalam," kata Yusril.

Sebelumnya, PBB menyatakan dukungan kepada Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. Keputusan itu diambil melalui Rakornas PBB beberapa waktu lalu.

Sikap tersebut ditanggapi negatif oleh Rizieq Shihab. Rizieq menelurkan maklumat.

Dia memerintahkan kepada anggota, kader hingga simpatisan FPI mundur sebagai pengurus dan caleg PBB. Menurutnya, langkah PBB sudah tidak sesuai dengan Ijtima Ulama II yang mana mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Rizieq meminta anggota FPI yang menjadi caleg dan pengurus PBB agar mendukung partai Islam lain. Tentu partai yang mendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres. Jika perlu, kata Rizieq, bentuk partai perlawanan.

Yusril juga sudah menanggapi maklumat Rizieq tersebut. Dia mengatakan PBB adalah partai berdaulat.

"PBB adalah partai yang berdaulat, tidak bisa didikte orang lain, termasuk Habib Rizieq," kata Yusril.

Yusril lantas meminta kepada semua anggota FPI agar mundur dari kepengurusan dan caleg PBB. Dia sama sekali tidak cemas PBB akan menjadi lemah.

"Saya menjawab tegas, saya minta semua anggota FPI yang menjadi pengurus dan caleg PBB agar keluar meninggalkan PBB," ucap Yusril. [cnn]

Jenguk Ahmad Dhani, Sandiaga : Jika Menang, Kita Akan Revisi UU ITE

Berita Terkini - Calon Wakil Presiden Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno siang ini menjenguk Ahmad Dhani di Rumah Tahanan Klas I Cipinang, Jakarta Timur. Sandiaga datang sekira pukul 15.09 WIB dan keluar 16.05 WIB.

Sandi, begitu ia akrab disapa menjelaskan, musibah yang diterima Dhani, membuatnya semakin yakin di bawah Prabowo-Sandi mereka akan melakukan revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Ini membuat kami semakin yakin bahwa di bawah Prabowo-Sandi kami akan lakukan revisi terhadap Undang-undang ITE yang banyak mengandung pasal-pasal karet," kata Sandi, Kamis 31 Januari 2019.

Dijelaskan Sandi, pasal karet yang terkandung dalam UU ITE saat ini masuk ke ranah abu-abu. Lalu, digunakan untuk membuat lawan dan menolong teman.

"Pasal karet itu, akhirnya masuk ke ranah abu-abu. Sangat rentan diinterpretasikan dan digunakan bahwa hukum dipakai memukul lawan dan menolong teman," ujarnya.

"Jadi ini yang akan menjadi poin utama kita, PR terbesar. Mungkin, bagi kami salah satu prioritas utama adalah melakukan revisi kepada Undang-undang ITE ini, jangan lagi ada pasal-pasal karet. Dari pasal karet itu, akhirnya hukum itu tidak tegak lurus, hukum itu sangat tajam ke satu sisi, tumpul ke sisi yang lain, hukum itu tebang pilih, dan menghadirkan rasa tidak adil bagi masyarakat, terima kasih, saya pamit dulu," tambahnya seraya berpamitan.

Kedatangan Sandi ke Rutan Cipinang ditemani Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil terlihat datang terlebih dahulu dari Sandi, setelah itu baru Sandi datang.

Sesaat sebelum Sandi datang, ada hal menarik yang disampaikan salah seorang pendukung Prabowo-Sandi, Ahmad Yani. Caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyebutkan, ketika Sandi datang hanya diperbolehkan empat orang masuk untuk menjenguk Dhani. Padahal sebelumnya, ketika Amien Rais datang, tidak ada pembatasan jumlah penjenguk.

Ahmad Yani menjelaskan, menurut petugas Rutan perintah pembatasan jumlah pengunjung sesuai perintah atasan.

"Tadi saya tanya, mereka bilang hanya boleh empat orang. Padahal, ketika pak Amien Rais masuk tujuh orang. Katanya perintah atasan pak," ucapnya. [viva]

Sidak Bawaslu Temukan Kotak Suara Rusak di Jawa Barat

Berita Terkini - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyatakan pihaknya menemukan kotak suara yang kondisinya rusak saat uji dengan cara diduduki. Temuan tersebut dari hasil sidak Bawaslu Jawa Barat di gudang penyimpanan.

"Nah yang tadi disampaikan ditemukan teman-teman Jabar. Memang kita minta sidak di beberapa tempat penyimpanan logistik," kata Afif di gedung Bawaslu RI, Jakarta, Kamis 2019.

Afif mengungkapkan tim Bawaslu Jawa Barat saat melakukan sidak mengambil kotak suara secara acak di gudang logistik KPUD Jawa Barat. Dan kotak yang diambil sebagai sampel ternyata penyok saat diduduki. Bawaslu Jawa Barat langsung melaporkan temuan tersebut ke Bawaslu RI di Jakarta.

"Kemarin ngomongnya. Kemarin ke tempat kotak," ujarnya.

Afif mengungkapkan kerusakan kotak suara tersebut diduga akibat kelembaban di gudang logistik KPU Jawa Barat.

"Mereka sidak ke tempat penyimpanan kotak suara, mengawasi logistik lah ya, terus seperti biasanya lah, coba didudukin (penyok), menurut informasi tadi dari korlap pengawasannya kelihatannya kelembabannya berbeda dengan ketika itu baru datang," ujarnya.

Tak hanya itu, Bawaslu RI juga mendapat laporan segel kotak suara untuk Pemilu 2019 kualitasnya lebih rendah dibanding Pemilu 2014. "Terkait segel, sementara ini kata teman-teman Jabar, kualitasnya lebih bagus yang dulu," ujarnya.

Bawaslu sendiri telah mengingatkan KPU sejak lama terkait logistik penyimpanan dan kualitas logistik Pemilu. Atas temuan kerusakan kotak suara dan buruknya kualitas segel di Jawa Barat ini Bawaslu memerintahkan semua Bawaslu daerah untuk melakukan pengecekan di semua gudang logistik KPU di daerah.

"Termasuk surat suara, minggu depan jajaran kita akan masuk ke percetakan yang memenangkan  tender," katanya. [viva]

Golkar Terbanyak Usung Caleg Eks Koruptor, Jokowi Seperti Orang Bunuh Diri

Golkar Terbanyak Usung Caleg Eks Koruptor, Jokowi Seperti Orang Bunuh Diri

Berita Terkini - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut menyoroti rilis sejumlah nama eks narapidana korupsi yang kembali akan maju sebagai calon legislatif oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Salah satu yang paling terlihat adalah Partai Golkar karena menjadi parpol yang paling banyak mencalokan napi koruptor.

Kritik pun ini sekaligus menagih pernyataan Jokowi yang 'menyerang' Prabowo soal eks napi korupsi yang dicalonkan Partai Gerindra dalam debat perdana. Sebab Golkar adalah koalisi pengusung yang sejak awal sangat pro Jokowi.

Karena itu, menurut politikus PKS Nasir Djamil, apa yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta itu bak bunuh diri. Sebab banyak eks koruptor di parpol koalisinya.

"Seperti orang bunuh diri. Jadi awalnya ingin menembak lawan tapi pelurunya mengenai diri sendiri," kata politikus PKS Nasir Djamil di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (31/1).

Nasir menyebut, Jokowi seakan tidak membaca secara utuh terkait data mengenai eks napi korupsi yang kembali nyaleg. Padahal kini, salah satu rekan koalisi petahanalah yang paling banyak mengusung eks koruptor nyaleg.

"Ternyata partai pendukung Pak Jokowi punya calon mantan koruptor yang enggak kalah banyaknya. Jadi, istilah yang bisa kita sematkan, seperti menelan ludah sendiri, jadi senjata makan tuan alias bunuh diri, ya kan?" pungkasnya.

Sebagai informasi, data yang dimiliki KPU sedikit berbeda dengan data yang dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW). Berdasar data KPU, mantan koruptor yang maju pada Pemilu 2019 mencapai 49 orang. Namun, menurut data ICW, jumlah mereka 46 orang.

Pada data KPU, mantan koruptor di Partai Berkarya ada empat orang. Sementara itu, di website ICW hanya tiga orang. Sebaliknya, website ICW mencantumkan enam nama mantan koruptor yang diusung Partai Hanura. Sementara itu, dalam data KPU, hanya ada lima orang. Jumlah totalnya tetap sama.

Pemilu DPRD provinsi diikuti 16 mantan koruptor, sedangkan pemilu DPRD kabupaten/kota diikuti 24 eks koruptor.

Caleg DPRD itu bersebar di 12 parpol. Yakni, Partai Gerindra 6 orang, PDIP 1 orang, Golkar 8 orang, Garuda 2 orang, Berkarya 4 orang, PKS 1 orang, Perindo 2 orang, PAN 4 orang, Hanura 5 orang, Demokrat 4 orang, PBB 1 orang, dan PKPI 2 orang. Sedangkan yang tidak ada caleg mantan terpidana korupsi adalah PKB, Partai Nasdem, PPP, dan PSI. 

Untuk caleg DPD, ada sembilan mantan koruptor yang namanya masuk daftar calon tetap (DCT). Berbeda dengan data ICW yang hanya mencantumkan enam eks koruptor. Sembilan caleg DPD itu bersebar di Aceh, Sumut, Babel, Sumsel, Kalteng, Sulut, dan Sultra. [JP]

Panglima TNI: Warga Papua Minta Apa Kita Penuhi, Asal Jangan Merdeka

Panglima TNI: Warga Papua Minta Apa Kita Penuhi, Asal Jangan Merdeka

Berita Terkini - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, untuk mengatasi gejolak kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB), TNI tidak hanya menggunakan operasi tempur, tapi juga melakukan pendekatan khusus untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa.

Beberapa operasi di luar operasi tempur yakni operasi psikologi dan juga operasi teritorial. Operasi pendekatan dengan cara yang lebih lunak.

"Itu yang akan kita gelar di sana, sehingga rakyat Papua ketika melihat TNI berbaju loreng turun di lapangan mereka tidak ketakutan. Mereka akan welcome kepada kita, sehingga operasi yang akan kita gelar itu bermacam-macam untuk mengurangi operasi tempur tadi," kata Hadi di Mabes TNI Cilangkap, Kamis, 31 Januari 2019.

Hadi berharap, dari beberapa operasi tersebut, masyarakat Papua, khususnya KKSB, sadar untuk bersatu. Bahkan Hadi juga akan mengabulkan apa pun yang diinginkan oleh masyarakat Papua.

"Apa sih keinginan mereka? Akan kita wadahi. Yang penting asal jangan keinginan merdeka, itu saja. Keinginan yang lain akan kita penuhi," ujar Hadi.


Hadi mengerti apabila masyarakat Papua memiliki sejumlah keinginan. Seperti salah satunya yakni melibatkan tenaga kerja lokal dalam pembangunan Trans Papua. TNI akan berbicara dengan kepala suku di sana dan menyerap aspirasi warga Papua.

Bahkan Hadi mengatakan akan bekerja sama dengan BUMN dan Kementerian PUPR agar masyarakat Papua dapat dilibatkan dalam pembangunan Trans Papua tersebut.

"Mungkin keinginan mereka bahwa penyerapan tenaga kerja untuk pembangunan Trans Papua dari lokal, kita akan penuhi. Kita akan bicara dengan kepala suku di sana dan akan kita serap semuanya," ujarnya. [viva]

Soal Koruptor Nyaleg, Gerindra: Jokowi Maling Teriak Maling

Soal Koruptor Nyaleg, Gerindra: Jokowi Maling Teriak Maling

Berita Terkini - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengaku gerah dengan pernyataan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Gerindra sebagai salah satu partai penyumbang caleg mantan napi korupsi terbanyak. 

Tudingan itu dilontarkan Jokowi kepada Prabowo pada debat capres perdana yang diselenggarakan, Kamis 17 Januari lalu.

Ferry menilai pernyataan Jokowi salah alamat. Berdasaarkan pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU), ada 49 caleg DPR I, DPRD kota dan DPRD kabupaten yang merupakan mantan napi korupsi. Sementara tidak ada caleg DPR RI berstatus mantan napi korupsi.

"Jokowi tidak tepat menyerang Prabowo karena caleg mantan koruptor berada di tingkat DPRD I dan II. Jadi bukan kewenangan Prabowo sebagai ketua umum meneken pencalegan itu," kata Ferry di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Tak hanya salah alamat, pernyataan Jokowi tentang caleg mantan napi korupsi juga tidak konsisten. 

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini mengatakan, Jokowi sebetulnya tak menolak bila ada mantan terpidana korupsi yang mencalonkan diri jadi anggota legislatif. Jokowi mempersilahkan mantan napi korupsi untuk daftar caleg.

"Masyarakat masih ingat, saat itu Jokowi bilang menjadi caleg itu adalah hak dan dijamin konstitusi. Jokowi jadi tampak tak konsisten dengan ucapannya sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut, Ferry meminta Jokowi segera berhenti melakukan kebohongan publik. Capres petahana itu diminta jujur dengan fakta bahwa mayoritas caleg mantan napi korupsi yang diumumkan KPU justru berasal dari partai-partai anggota Koalisi Indonesia Kerja. 

"Gaya Jokowi ini seperti maling teriak maling. Kita minta Jokowi jujur,  jangan menyerang paslon lain dengan isu yang sebenarnya juga dia lakukan dan dia setujui," tutupnya. [ts]

Jika Prabowo Menang, Novel Baswedan dan Eks Pimpinan KPK Bisa jadi Jaksa Agung

Jika Prabowo Menang, Novel Baswedan dan Eks Pimpinan KPK Bisa jadi Jaksa Agung

Berita Terkini - Partai Gerindra memastikan tidak akan mengangkat jaksa agung yang berasal dari kader partai politik. Karena itu, sejumlah nama dari nonparpol, disebut-sebut sebagai calon jaksa agung jika Prabowo Subianto -  Sandiaga Uno menang Pilpres 2019.

Mereka adalah mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Busyo Muqaddas, Bambang Widjojanto, dan Chandra M Hamzah, penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga pengacara Todung Mulya Lubis.

 Dikonfirmasi wartawan ihwal nama tersebut, anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerindra M Syafii mengatakan, siapa pun yang bukan kader partai politik punya peluang untuk diangkat menjadi jaksa agung nanti. Terlebih lagi jika mereka yang ahli di bidang hukum.

“Yang perlu kalian tanya dia kader partai tidak, nah saya jawab mereka tidak kader partai berarti semua punya peluang,” ungkap Syafii di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (31/1).

Dia mengatakan, pada prinsipnya kubu Prabowo – Sandi, tidak akan melakukan kesalahan dengan mengangkat aparat penegak hukum dari kader partai, seperti salah fatal yang dilakukan oleh rezim sekarang ini. “Tapi, perkara orang kami tidak bahas,” jelasnya.

Syafii mengakui pihaknya belum membahas lima nama yang disebut-sebut layak menjadi jaksa agung tersebut. Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, itu hanya memastikan bahwa tidak boleh mengangkat aparat penegak hukum dari kader partai.

“Karena itu adalah kesalahan yang luar biasa di dalam ketatanegaraan yang dipertahankan oleh petahana saat ini,” katanya.  [JP]

Ingin Pilpres Segera Usai, Erick Thohir Kangen Balik Berbisnis Lagi

Ingin Pilpres Segera Usai, Erick Thohir Kangen Balik Berbisnis Lagi

Berita Terkini - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Erick Thohir mengaku rindu kembali berbisnis. Setelah tiga tahun tak mengurusi bisnisnya, Erick memberi sinyal akan segera kembali berbisnis usai gelaran Pilpres 2019 selesai.

“Makanya ingin cepat April. Saya sangat ingin segera kembali ke dunia usaha. Karena sudah tiga tahun enggak dagang,” ujar Erick di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (31/1).

Sebelumnya, Erick pun juga disibukkan oleh perhelatan olahraga besar Asian Games 2018 yang menjabar sebagai Ketua panitia pelaksana  INASGOC. Usai gelar Asian Games 2018, Erick diminta bantu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Habis Asian Games terus kena tugas," imbuhnya.

Menurutnya, dengan gencarnya proyek infrastruktur memberikan banyak peluang di dunia bisnis . Salah satunya, bisnis periklanan yang digarap Mahaka Group untuk mengelola billboard MRT Jakarta.

Mahaka Group berhasil memenangi tender sejak tahun kemarin. Erick juga menegaskan, kemenangan perusahaan dalam mengelola proyek infrastruktur pun tidak ada kaitannya dengan dukungan politik pada satu kubu pasangan calon presiden.

“Dari 40 perusahaan, kemudian 16 perusahaan, lalu jadi 8, akhirnya kami yang terpilih," imbuhnya. [JP]

Erick Thohir Dilaporkan ke Bawaslu soal 'Paslon 02 Bohong'

Erick Thohir Dilaporkan ke Bawaslu soal 'Paslon 02 Bohong'

Berita Terkini - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir dilaporkan Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) ke Bawaslu. Erick dilaporkan karena dianggap menyampaikan informasi tidak benar soal pernyataan yang menyindir paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Yang kami laporkan ini Pak Erick Thohir dalam kedudukannya sebagai Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf yang membuat pernyataan pada hari Sabtu, 26 Januari 2019 melalui media, yang di mana di media tersebut dalam wawancara menyebutkan 'kita harus bicara dengan data, ini yang saya sayangkan kalau dari paslon 02 yang diangkat selalu kebohongan'," ujar anggota TAIB, Raka Gani Bisani di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

Erick Thohir menurut pelapor harus dimintai pertanggungjawaban. Sebab pernyataan Erick sambung pelapor, tidak benar.

"Karena sangat tidak benar dan merupakan fitnah, jika menyatakan paslon nomor 02 yang diangkat selalu kebohongan," imbuhnya. [dtk]

Petahana Panik, Gerindra: Kejatuhan Semakin Dekat

Petahana Panik, Gerindra: Kejatuhan Semakin Dekat

Berita Terkini - Setelah musisi sekaligus Caleg Partai Gerindra Ahmad Dhani resmi ditahan, kali ini giliran pengamat politik Rocky Gerung akan diperiksa kepolisian atas dugaan penistaan agama. Rentetan kasus tersebut menandakan petahana akan tumbang.

Demikian disampaikan politisi partai Gerindra, Muhammad Syafii kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1). 

"Ahmad Dhani ditahan Rocky Gerung diperiksa, mungkin nanti siapa lagi, saya kira itu adalah isyarat menandakan kejatuhan petahana sudah semakin dekat," tegas Romo. 

Sebab, lanjut Romo, kebijakan yang dilakukan penguasa terkait kasus-kasus yang menimpa Caleg Gerindra Ahmad Dhani dan Pengamat Rocky Gerung mendapat respon dari masyarakat. 

"Karena semua yang mereka lakukan itu gak lepas dari perhatian masyarakat," kata Romo. 

Akibat kasus tersebut, kata Romo, swingvouters (suara mengambang) para calon pemilih di Pilpres 2019 diyakininya akan mengalihkan dukungan kepada paslon nomor urut 02. Padahal, petahana memiliki peluang besar untuk menyabet swingvouters. 

"Swingvouters itu peluangnya paling besar diambil oleh petahana karena dia punya semuanya. Tapi kalo petahan salah membuat kebijakan yang tidak pro rakyat, tidak pro kebenaran, tidak pro keadilan. Karenanya swingvouters-nya tidak ke dia (petahana)," demikian Romo. [rmol]

Banjir Besar di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Lebih dari 170 Luka-luka

Banjir Besar di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Lebih dari 170 Luka-luka

Berita Terkini - Dua belas orang tewas dan lebih dari 170 lainnya luka-luka akibat banjir yang melanda setelah hujan lebat yang turun di beberapa wilayah di Arab Saudi pekan ini.

Media Arab Saudi mewartakan, pada Rabu, 30 Januari, 10 orang tewas di daerah Tabuk sementara satu orang kehilangan nyawanya di kota suci Madinah dan di wilayah perbatasan utara.

Pasukan Pertahanan Sipil mengatakan mereka telah menyelamatkan 271 orang selama empat hari terakhir, sebagian besar dari mereka di wilayah al-Jawf yang berbatasan dengan Yordania. Beberapa juga diselamatkan di wilayah perbatasan utara, Makkah dan Tabuk,.

Hujan deras telah melanda beberapa daerah di Arab Saudi pekan ini, terutama di bagian barat dan barat laut Kerajaan yang perbatasannya dekat dengan Yordania. Hujan lebat yang melanda beberapa wilayah ini memaksa sekolah-sekolah untuk tutup. Sebuah video menunjukkan air banjir yang mengalir dan menelan jalan di kota Madinah.

Dilaporkan Arab News, Pangeran Faisal bin Salman, Gubernur Provinsi Madinah telah mengunjungi mereka yang terkena dampak banjir.

Sejumlah komite telah dibentuk untuk menilai kerusakan yang disebabkan oleh cuaca buruk pekan ini.

Laporan Badan Pers Saudi juga menyoroti di mana sistem drainase di titik-titik di sekitar kota Tabuk telah berjalan dengan efektif, namun untuk pekerjaan selanjutnya akan dilakukan upaya untuk meningkatkan drainase kota itu selama hujan deras.

[okz]

Giliran Caleg PBB di Aceh Ogah Dicoblos karena Kesal dengan Yusril

Giliran Caleg PBB di Aceh Ogah Dicoblos karena Kesal dengan Yusril

Berita Terkini - Keputusan Partai Bulan Bintang (PBB) mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 mendatang menuai reaksi keras dari kader partai. Calon anggota legislatif PBB dari berbagai daerah menyuarakan namanya haram dicoblos saat Pileg 2019.

Salah seorang caleg PBB dari Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Teuku Irmansyah, mengharamkan masyarakat memilihnya dalam perebutan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya. Ia pun mengajak pemilihnya agar tak mencoblos dirinya.

“Saya telah menarik dukungan untuk PBB. Karena aturan hukum tak memperbolehkan saya mundur dari caleg, maka saya harapkan pemilih saya tidak memilih saya lagi,” kata Irmansyah saat dikonfirmasi VIVA, Kamis, 31 Januari 2019.

Teuku Irmansyah merupakan caleg dari Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Betong Ateh Benggala, Beutong, Seunagan Timur, Seunagan dan Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya. Ia heran dengan sikap partai PBB yang saat ini dipimpin Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra. Menurut dia, sikap PBB sudah melenceng dari ijtima ulama.

Untuk itu, ia mengimbau pemilihnya agar mendukung caleg yang diusung oleh ulama. Namun, kata dia, caleg PBB yang menarik dukungan bukan hanya dirinya. Ia mengklaim ada sekitar 3 caleg lagi yang akan mengikuti jejaknya untuk menarik dukungan.

“Bukan saya saja. Caleg PBB di sini (Nagan Raya) juga sudah ada yang bersikap sama seperti saya,” ujarnya.

Merespons adanya kader yang juga calegnya membelot, DPW PBB Nagan Raya ikut bersuara. Sekretaris DPW PBB Nagan Raya, M Yasin mengatakan akan menyelesaikan semua permasalahan itu secara silaturahmi.

"Tetap, kita akan mengambil sikap mengayomi dengan sistim silaturahmi dalam menyelesaikan semua permasalahan caleg PBB Nagan Raya ini,” kata M. Yasin. [viva]

Berikan Dukungan, Ribuan Purnawirawan TNI/Polri 'Geruduk' Rumah Prabowo

Berikan Dukungan, Ribuan Purnawirawan TNI/Polri 'Geruduk' Rumah Prabowo

Berita Terkini - Ribuan purnawirawan TNI/Polri yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) menyambangi kediaman capres Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kedatangan mereka dalam rangka memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Prabowo pun menyambut gembira dukungan PPIR. Dia mengajak ribuan purnawirawan yang terdiri dariitu untuk berjuang bersama demi kesejahteraan rakyat Indonesia. 

"Terimakasih atas kehadiran dan dukungannya yang diberikan kepada saya dan saudara Sandiaga Uno. Mari kita berjuang bersama mewujudkan cita-cita pendiri bangsa kita menciptakan Indonesia yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena tidak ada istilah pensiun bagi prajurit untuk membela rakyatnya yang lemah," ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Kamis (31/1/2019). 

Prabowo mengatakan, sudah semestinya seorang prajurit TNI maupun Polri, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun dari kedinasan, untuk selalu membela rakyat Indonesia. Sebab, seorang prajurit TNI/Polri lahir dari rakyat dan untuk membela rakyat. 

"Seorang prajurit tentara dan polisi lahir dari rakyat, diberi makan oleh rakyat, maka harus terus berbakti untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyat. Itulah perjuangan kita. Kita harus berjuang untuk rakyat, kita harus mewujudkan keadilan dan kemakmuran untuk rakyat," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Ketum Partai Gerindra itu juga memberikan penghargaan untuk para pejuang pejuang PPIR yang aktif keliling ke seluruh Indonesia untuk membantu memenangkannya. Hal itu menunjukkan karakter seorang ksatria. 

"Sebagian sudah lebih dari 70 tahun, bahkan 80 tahun masih aktif keliling ke desa-desa setiap hari untuk meyakinkan rakyat. Karena itu saya berikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mereka yang tetap bersemangat meski usia mereka sudah di atas 70 tahun. Itu lah prajurit ksatria hingga akhir usianya ia tetap berjuang untuk rakyat," tutur Prabowo. 

Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu juga memberikan salam hormat kepada seluruh ribuan purnawirawan TNI/Polri yang hadir dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, semangat dan perjuangan yang sama untuk menciptakan Indonesia yang adil dan makmur perlu terus digelorakan untuk memperbaiki kondisi bangsa Indonesia saat ini. 

"Biasanya tradisi kita saat menjadi prajurit, bawahan hormat kepada atasan, hari ini saya ingin sampaikan ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang berjuang bersama saya dan sandiaga uno untuk memperbaiki kondisi bangsa ini. Saya minta berdiri semua, Saya hormat kepada kalian semua," pungkas Prabowo sembari memberi hormat. [dtk]

Menkominfo Sindir Pegawai Pilih 02: Yang Gaji Kamu Siapa?

Berita Terkini - Menteri Kementerian Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara menyindir salah satu aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) di kementeriannya yang memilih pasangan calon nomor urut 02 di Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kejadian itu bermula saat Rudiantara meminta ratusan pegawai Kemenkominfo memilih stiker sosialisasi Pemilu 2019 yang akan ditempel di komplek kementerian tersebut.

Ada dua desain stiker. Stiker pertama berwarna dasar merah, Rudiantara menamainya nomor satu. Sementara desain kedua berwarna dominan putih, ia menamainya nomor 2.


"Preferensi teman-teman memilih nomor satu atau nomor dua?" tanya Rudiantara dalam acara Kominfo Next di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).

Sontak pertanyaan itu memicu sorak sorai para pegawai Kominfo. Namun Rudiantara yang menyadari maksud dari sorakan para pegawai itu pun langsung mengklarifikasi bahwa voting itu tak berkaitan dengan Pilpres 2019.

Pria yang karib dengan sapaan Chief RA itu pun melanjutkan pemungutan suara berdasarkan teriakan terkencang. Hasilnya, desain nomor dua adalah yang sorakannya paling kencang.

Mengetahui hasil berdasarkan voting suara tersebut, ratusan pegawai Kominfo yang ada di ruangan itu pun semakin kencang berteriak. Dengan wajah serius, Rudiantara memanggil perwakilan pegawai yang memilih desain nomor dua.

"Coba ibu tadi yang nyoblos nomor dua sini," ucap dia.

Para pegawai pun bersorak lagi. Dan, seorang perempuan pegawai naik ke panggung. Perempuan itu lalu diminta Rudiantara mengutarakan alasan memilih desain nomor dua. Namun, jawaban sang pegawai malah menjurus ke Pilpres 2019.

"Bismillahirrahmanirrahim, mungkin terkait keyakinan saja, Pak. Keyakinan atas visi-misi yang disampaikan nomor dua, yakin saja," ucap pegawai tersebut lugas.

Mendengar jawaban tersebut, sontak mereka yang hadir di Hall Basket Senayan pun riuh. Para pegawai Kemenkominfo yang hadir di sana terlihat ada yang tertawa, bersorak, dan bertepuk tangan karena jawaban pegawai tersebut dianggap lugu.

Rudiantara pun mementahkan jawaban itu. Ia mengatakan ia bertanya soal desain stiker, bukan pilihan di Pilpres 2019.

Selanjutnya, Rudiantara memanggil perwakilan pegawai yang memilih desain pertama ke atas panggung. Ia pun menerima jawaban yang diterima bahwa alasan memilih stiker nomor 1 karena berkaitan dengan desain.

"Saya terima alasan yang nomor satu, tapi saya tidak bisa terima alasan nomor dua karena, mohon maaf, ibu tidak bicara mengenai desain. Terima kasih bu, terima kasih," kata Rudiantara.

Ia pun mempersilakan dua pegawai itu kembali ke tempat duduk. Rudiantara pun lantas meresmikan desain nomor dua sebagai stiker yang akan ditempel-tempel karena menjadi pilihan mayoritas pegawai Kemenkominfo yang hadir di hall basket tersebut.

Namun, saat pegawai pemilih desain nomor dua berjalan ke tempat duduk, Rudiantara berteriak memanggilnya lagi.

"Bu! Bu! Yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Hah?" ujar Rudiantara dengan suara meninggi.

Pegawai itu pun membalikkan badan dan menjawab. Rudiantara langsung menimpalinya.

"Bukan yang keyakinan ibu? Ya sudah makasih," kata Rudiantara.

Menanggapi dialog tersebut, pegawai Kemenkominfo yang lain pun riuh. Beberapa di antaranya mempertanyakan voting, dan pertanyaan Rudiantara yang dilayangkan ke koleganya tersebut sarat unsur politis.

Setelah itu Rudiantara menutup pidato dan pemungutan suara tersebut. Ia mengingatkan para pegawai Kominfo untuk tidak terpolarisasi dalam perdebatan Pilpres 2019.

Rudiantara ingin pegawai Kominfo untuk jadi penengah dan pendamai di tengah hoaks dan berita bohong. Kemudian, ia melontarkan pernyataan penutup yang kembali menuai keriuhan di tengah hadirin.

"Tapi sekali lagi, jangan dikaitkan dengan pilpres karena ibu-ibu, bapak-bapak, masih digaji oleh Kominfo, digaji oleh pemerintah. Terima kasih banyak," tutup dia.

Kontestasi Pilpres 2019 diikuti dua pasang calon presiden-wakil presiden. Paslon nomor urut 01 adalah Presiden petahana RI Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin. Sementara itu paslon nomor urut 02 adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang berpasangan dengan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. [cnn]

Korupsi Stadium 4, Jokowi : IPK Buktikan Sebaliknya

Berita Terkini - Skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang dirilis Transparency International Indonesia (TII) mengalami peningkatan pada 2018. Skor IPK Indonesia mencapai 38 dari skala 0-100 atau naik satu poin dibanding 2016 dan 2017.

Menanggapi itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, korupsi di Indonesia tak seperti "kanker stadium 4". “Kenaikan-kenaikan tersebut harus disyukuri. Jangan ada yang menyampaikan korupsi stadium 4,” kata Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (31/1).

Peringkat Indonesia ikut naik menjadi posisi 89 dari 180 negara. Sebelumnya, pada 2017, Indonesia berada di peringkat 96 dari 180 negara. Jokowi mengungkapkan, skor IPK Indonesia pernah mencapai angka 20 pada 1998.

“Dulu negara kita terkorup di Asia sekarang bisa masuk ke papan tengah. Itu terus diperbaiki, enggak mungkin langsung, terus perbaikan sistem pemerintahan, perbaikan yang lain,” demikian mantan gubernur DKI Jakarta tersebut. [brts]




Sebut Prabowo Bohong Erick Thohir Dilaporkan ke Bawaslu

Berita Terkini - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI karena menyebut pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selalu mengangkat kebohongan.

Sekelompok orang yang menamakan Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) menyebut Erick telah menghina Prabowo-Sandi.

"Pernyataan Pak Erick tersebut tentu saja harus dikoreksi dan harus dimintai pertanggungjawaban karena sangat tidak benar dan merupakan fitnah jika menyatakan paslon nomor 02 yang diangkat selalu kebohongan," kata Raka Gani Bisani selaku pelapor dan anggota TAIB saat ditemui di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (31/1).

Raka menjelaskan pernyataan Erick itu dinyatakan pada 26 Januari 2019 dan telah dikutip sejumlah media massa. Erick menyebut Prabowo-Sandi selalu mengangkat isu kebohongan.

Erick menyebut beberapa contoh, seperti saat kasus hoaks Ratna Sarumpaet dan kasus hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos dari China.

"Saya kira apa yg disampaikan Erick Thohir dalam hal ini bisa menimbulkan kegaduhan apalagi kita sama-sama berkomitmen dalam hal ini untuk menjaga agar pemilu ini damai," tuturnya.

TAIB membawa tangkapan layar beberapa media massa yang mencuplik pernyataan Erick itu. Erick dilaporkan melanggar Pasal 280 ayat 1 huruf c Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 juncto Pasal 521 uruf c Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017.

Pasal 280 mengatur tim kampanye tidak boleh menyinggung SARA ataupun kandidat lain. Sementara pasal 521 menyebut pelanggar pasal 280 diancam hukuman dua tahun penjara dan denda Rp24 juta. [cnn]


Cara Mengatasi Stroke Ringan Pada Wajah Secara Alami

Stroke memang saat ini menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi hampir sebagian besar orang. Sudah banyak jiwa terenggut karena gangguan stroke ini. Oleh karena itu, setiap orang diwajibkan untuk selalu mewaspadai gangguan penyakit ini.

Gangguan stroke tidak hanya menyerang seluruh bagian tubuh. Namun ada sebuah gangguan stroke yang hanya menyerang pada bagian wajah. Hal ini bisa terjadi karena adanya gangguan saraf sementara pada wajah. Penyakit stroke pada wajah ini sangat jarang dialami oleh hampir sebagian besar orang. Gangguan penyakit ini juga bukan merupakan gangguan stroke yang berbahaya dan masih bisa disembuhkan. Namun anda juga wajib mewaspadainya ya. Jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan gangguan stroke berat maupun ringan.

Pada kesempatan kali ini, artikel ini akan mengajak.para pembaca untuk membahas mengenai bagaimana Cara mencegah stroke ringan pada wajah secara alami.

Pada dasarnya, gangguan penyakit stroke adalah suatu gangguan penyakit yang disebabkan karena faktor gaya hidup yang salah atau tidak sehat. Oleh karena itu.salah satu cara mengatasi stroke ringan pada wajah ini anda harus senantiasa menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari – hari. Lalu bagaimana caranya? Yuk langsung saja disimak penjelasan berikut ini ya.

● Konsumsi berbagai macam jenis makanan yang sehat

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah selalu mengonsumsi berbagai makanan yang sehat dan alami. Hal ini secara otomatis bisa mencegah terjadinya gangguan.stroke ringan.pada.wajah. Konsumsilah makanan pencegah stroke misalnya saja buah – buahan segar dan sayuran. Semuanya mempunyai manfaat untuk menurunkan lemak di dalam tubuh dan melancarkan pencernaan.

● Berolahraga secara teratur

Sudah bisa dipastikan bahwa semua orang tentunya sangat setuju apabila olahraga merupakan salah satu cara yang paling ampuh dalam memperlancar.peredaran darah, bukan ? Oleh sebab itu dengan.melakukan olahraga secara teratur akan bisa bermanfaat secara maksimal dalam mengontrol peredaran darah dan mengubah energi yang dibutuhkan. Dengan lancarnya aliran darah, maka anda akan terhindar dari stroke

● Terapi akupuntur sebagai Cara mencegah stroke ringan pada wajah



Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa akupuntur menjadi salah satu terapi yang bisa mengaktifkan kembali saraf pada tubuh tubuh. Selain itu akupunktur juga bisa dijadikan sebagai salah satu cara untuk mencegah gangguan stroke ringan pada wajah.

● Terapi bekam

Bekam memang menjadi salah satu jenis terapi yang sangat dianjurkan. Tetapi ini bertujuan untuk membuang darah kotor di dalam tubuh dan melancarkan aliran darah juga. Selain itu, bekam juga dijadikan sebagai salah satu terapi yang ampuh dalam mengatasi stroke secara alami dan tanpa efek samping yang buruk bagi kesehatan tubuh.

● Fisioterapi

Sekarang ini sudah banyak rumah sakit yang menawarkan paket fisioterapi bagi para penderita gangguan penyakit stroke. Dengan melakukan terapi ini secara rutin maka stroke yang anda derita akan bisa sembuh secara total. Sebelum anda melakukan terapi ini, pastikanlah untuk melakukan terapi pada mereka yang sudah berpengalaman ya.

● Senam wajah

Saat ini sudah banyak tutorial untuk senam wajah pada media sosial. Meskipun terdengar aneh, senam wajah merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya stroke pada wajah. Senam ini akan membantu ada dalam merelaksasi otot dan saraf pada wajah sehingga aliran darah di sekitarnya akan lancar dan tidak menyebabkan stroke ringan pada wajah

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai tips bagaimana Cara mencegah stroke ringan pada wajah. Semoga bermanfaat ya bagi semua.

Kudeta Yusril, PBB Selamat?

Kudeta Yusril, PBB Selamat?


Oleh: Tony Rosyid*

Partai Bulan Bintang (PBB) porak poranda. Partai gurem ini dilanda tsunami setelah tanggal 27 Januari 2019 memutuskan mendukung incumben. Sebagian kadernya mundur dari caleg dan keanggotaan. Sebagian yang lain mencoba melakukan kudeta. Munaslub.

Sebelumnya, partai reinkarnasi Masyumi ini sempat membaik. Elektabilitasnya merangkak naik. Sempat tembus 2%. Peluang untuk bangkit ada. Ini diantaranya karena faktor solidnya kekuatan umat, dan PBB ikut berlayar di dalamnya. Berbagai pernyataan Yusril, ketum PBB, menegaskan bahwa “PBB akan jadi leader oposisi.”

Lebih dari itu, Yusril pun sering menyindir presiden dalam berbagai ucapannya. “Orang di luar negeri tidak tahu siapa KPK, siapa Jaksa. Yang tahu presidennya goblok”. Itulah salah satu sindiran pedas Yusril kepada penguasa.

Ketegasan Yusril disambut umat. Karena “keputusan” ini, sebagian tokoh umat bersedia jadi caleg PBB. Sebagian diantaranya adalah aktifis FPI. Bahkan Habib Rizieq, pendiri FPI ini, juga menyerukan anggotanya untuk memenangkan PBB.

PBB yang di beberapa periode sebelumnya terpuruk karena tak mencapai target elektoral threeshold mulai terbuka peluang. Umat mulai mengapresiasi dan ektabilitasnya merambat naik. Tapi sayang. Yusril berbalik wajah dari umat. Yusril berubah haluan dan memilih jadi pembela penguasa. Umat kecewa.

Kecewa, sebab mereka bersedia bergabung dengan PBB karena ketegasan posisinya sebagai oposisi. Bukan sebagai pendukung penguasa. Nyesal? Pasti! Ketika tawaran dari partai lain mereka tolak, lalu milih PBB, eh…malah “dikhianati”. Tepatnya merasa “dikhianati”.

Apakah kekecewaan umat akan berpengaruh terhadap elektabilitas PBB? Banyak pengamat memprediksi, suara PBB akan tergerus kembali. Capaian 2% saat ini tak akan mampu dipertahankan. Malah akan cenderung turun.

Analisis para pengamat itu logis. Sebagai perbandingan saja. TGB saat branding sebagai bakal capres dari umat (oposisi), elektabilitasnya terus merangkak naik. Umat saweran, berbondong-bondong jadi relawan dan konsultan gratis untuknya. Berawal dari 0, sekian persen, tembus 2,5% di bulan April 2018. Tapi, ketika TGB dukung penguasa, elektabilitasnya turun bebas. Di bulan Juli hanya tersisa 0,2% (Survei Median).

Membayangkan PBB bisa dapat 4%, apalagi 6% sebagaimana khayalan Yusril, memang sangat berat. Situasi inilah yang membuat sebagian besar kader PBB frustasi. Sebagian mereka tetap jadi caleg, tapi tak aktif. Sebagian lagi mundur. Sebagian lainnya berencana melakukan kudeta.

“Yang mundur kan cuma 80 caleg dari 15.000 caleg PBB”, kata Yusril menganggap kecil. Betul, 80 caleg yang berani menyatakan konfrontasi. Yang diam tapi mendukung mereka? Yang silent protes? Seperti demo. Yang ikut dan berangkat demo 212 cuma 7 juta. Tapi yang ingin ganti presiden lebih dari 47% rakyat Indonesia. Lebih besar dari yang ingin tetap Jokowi presiden. Inilah teori representasi. Nampaknya Yusril tak menyadarinya.

Diantara yang ingin melakukan kudeta adalah Habib Muchsin Alatas, caleg dapil Jabar VI (Bekasi-Depok) dan Irfianda Abidin, caleg DPR Dapil I Sumbar.

Mereka menganggap kudeta adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan PBB. Yusril turun, ganti tokoh lain, lalu kembali ke posisi semula sebagai oposisi. Ini lebih memiliki harapan dan menjanjikan. Apalagi jika pengganti Yusril adalah Habib Rizieq. Maka, harapan PBB mendapatkan 4% suara akan sangat besar. Boleh jadi, di bawah kepemimpinan Habib Rizieq, PBB bisa bersaing suaranya dengan PKS dan PAN. Tak menutup kemungkinan.

Saat ini, pengaruh Habib Rizieq sedang naik daun. Pendiri FPI ini menjadi icon yang merepresentasikan seluruh perlawanan terhadap penguasa. Habib Rizieq adalah rising star di pilpres 2019 ini. Suka tidak suka, itulah faktanya. Apalagi jika Bachtiar Nasir, orator dan ustaz ahli strategi ini bersama seluruh jaringan nasionalnya ikut bergabung, akan semakin memberi harapan baru buat PBB.

Mengganti Yusril dengan Habib Rizieq adalah langkah sangat cerdas. Pas sekali momentumnya. Jika ini benar terjadi, maka akan terjadi konsolidasi umat besar-besaran. Suasana heroisme perlawanan akan semakin terstruktur.

Untuk mengkudeta Yusril, ada dua langkah berat yang harus dihadapi. Pertama, memastikan kekuatan Anti-Yusril (AYu) harus lebih besar. Dan yang kedua, ini yang paling berat, yaitu mendapatkan legalitas. Sebab, ini otoritasnya ada di tangan penguasa. Dalam hal ini adalah Kemenkumham.

Meski punya kekuatan kader dan menang dalam munaslub, tetap saja tidak mudah untuk mendapatkan legalitas dari Kemenkumham. Ingat nasib PPP sekarang? Untuk mempertahankan legalitas, tak ada pilihan politik kecuali dukung penguasa.

Langkah dan manuver kudeta terhadap Yusril, seandainya pun gagal, akan menjadi memori penting pasca pilpres 17 April nanti. Jika incumben kalah dan presiden ganti, maka siapapun ketua partai Islam pendukung penguasa, terancam dikudeta. Besar kemungkinan akan terjadi suksesi di PKB, PPP dan PBB. Suksesi adalah salah satu bagian dari strategi partai-partai Islam ini bisa bergabung dengan pemenang pilpres 2019. Kok bergabung? Pertama, jadi oposisi itu susah, miskin dan melelahkan. Kedua, presiden, siapapun ia, selalu ingin aman di parlemen. Caranya, ajak gabung semua partai, agar kerja pemerintahan stabil dari gangguan oposisi. Gayung bersambut.

Kecuali jika para pimpinan partai Islam yang sekarang ini berhasil merapat ke presiden baru. Gak malu? Di dunia politik, rasa malu tak berlaku! Kendati tak mudah bagi presiden baru menerima pemimpin stok lama. Loyalitasnya, gak bisa dipercaya!

Tapi, jika kudeta kepada Yusril sukses, besar kemungkinan PBB akan bisa diselamatkan. Terutama jika tokoh yang menggantikan Yusril punya massa dan pengaruh besar seperti Habib Rizieq. Tidak hanya selamat, PBB bahkan kemungkinan bisa bersaing dengan PAN dan PKS.

Jakarta, 31/1/2019


*) Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Beda Dukungan Capres, Kader PBB Desak Muktamar Luar Biasa Ganti Yusril

Beda Dukungan Capres, Kader PBB Desak Muktamar Luar Biasa Ganti Yusril

Berita Terkini - Wacana muktamar luar biasa Partai Bulan Bintang (PBB) untuk menggulingkan posisi Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra bergulir. Muktamar luar biasa ini bergulir setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB yang dipimpin Yusril memutuskan dukungan ke pasangan calon (paslon) nomor 01 Jokowi-Ma'ruf melalui rapat pleno DPP PBB pada 19 Januari 2019 lalu. 

Salah satu calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari PBB daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VI (Depok-Bekasi), Habib Muchsin Alatas, mengakui ada langkah persiapan muktamar luar biasa PBB tersebut. Hal ini terkait sikap politik caleg PBB yang masih memegang hasil Ijtima' Ulama yang mendukung paslon nomor 02 Prabowo-Sandi.

"Di antara yang kita dorong saat ini adalah soal muktamar luar biasa. Tapi yang berhak memutuskan itu adalah Majelis Syuro dan Dewan Syariah," kata Habib Muchsin kepada wartawan, Selasa (29/1). 

Ia menyebut komunikasi terkait mempersiapkan hal itu telah dipersiapkan, dan ada timnya yang sekarang sudah berkomunikasi dengan Majelis Syuro, Mahkamah Partai, dan para wali amanah yang ikut mendirikan PBB.  

"Kita (caleg PBB pendukung hasil ijtima' ulama) akan dorong agar bikin sikap taktis dan strategis secepat mungkin, bila tidak kita akan melepaskan keanggotaan dari PBB," ujarnya. 

Penegasan yang sama disampaikan caleg PBB untuk DPR dari Dapil Sumbar I, Irfianda Abidin. Menurut Irfianda Yusril sebagai ketua umum telah mengabaikan keputusan Majelis Syuro untuk mengikuti hasil ijtima' ulama dengan mendukung paslon nomor 02. 

Dengan demikian, kata dia, para caleg PBB yang masih memegang keputusan Majelis Syuro menginginkan adanya muktamar luar biasa untuk mengganti Yusril. Ia mengungkapkan hampir semua caleg PBB terutama yang mengikuti keputusan Majelis Syuro sepakat perlu ada pergantian pimpinan. Dan saat ini sudah ada calon yang bersedia mengganti posisi Yusril. Tinggal bagaimana mekanisme organisasi kepartaian. 

"Secepatnya akan kita persiapkan untuk menuju muktamar luar biasa PBB ini," kata dia. 

Irfianda mengaku informasi muktamar luar biasa ini juga sudah mendapat persetujuan dari beberapa anggota Majelis Syuro dan tokoh pendiri PBB. Ia berharap bila memang rencana muktamar luar biasa ini terselenggara, setidaknya sebelum pilpres muktamar luar biasa sudah bisa digelar. [rol]

Telah Sehat, Ustaz Arifin Ilham Pulang ke Indonesia

Telah Sehat, Ustaz Arifin Ilham Pulang ke Indonesia

Berita Terkini -  Ustaz Arifin Ilham telah pulih dari sakit setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Malaysia. Pemimpin Yayasan Az-Zikra itu kini dalam perjalanan menuju Tanah Air.

"Iya (kembali ke Indonesia). Ini lagi dalam pesawat menuju Halim (Bandara Halim Perdanakusuma)," kata adik Ustaz Arifin Ilham, Noor Komariah Ilham, kepada detikcom, Kamis (31/1/2019).

Arifin Ilham pulang didampingi istri-istrinya. "Keluarga menunggu di Sentul. Hanya istri-istri ustaz dan beberapa asisten yang di dalam pesawat mendampingi," ujar perempuan yang akrab disapa Kokom ini.

Komariah menambahkan Arifin Ilham rencananya langsung menuju Yayasan Az-Zikra di Sentul, Bogor. "Insyaallah kakak saya disehatwalafiatkan," kata dia.

Sebelumnya, dalam video yang diunggah akun Instagram kh_m_arifin_ilham, Arifin Ilham, yang mengenakan gamis berwarna putih, terlihat berlari-lari kecil. Arifin Ilham mengungkapkan persiapannya kembali berdakwah di Indonesia.

Arifin mengatakan kemungkinan besar ia pulang ke Indonesia pada Kamis (31/1). "Jazaakumullah semua doa kasih sayang saudara-saudaraku tercinta karena Allah. Insyaallah Kamis jika Allah perkenankan kembali ke Tanah Air kita tercinta," kata Arifin Ilham. [dtk]

Amien Rais Ancam Menkumham: Hati-hati Anda, Kita Buat Perhitungan Nanti

Amien Rais Ancam Menkumham: Hati-hati Anda, Kita Buat Perhitungan Nanti

Berita Terkini - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, mengultimatum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly. Amien menduga ada intervensi Yasonna terhadap proses hukum yang menjerat politikus musisi Ahmad Dhani.

Amien berpesan kepada Dhani agar mencatat semua kejanggalan yang ada di dalam Rutan Cipinang.

"Mumpung bertemu, saya meminta kepada Mas Ahmad Dhani, tolong selama Anda ditahan, catat baik-baik semua kejanggalan yang ada di dalam Rutan Cipinang ini. Bukan saja yang kasat mata," kata Amien usai besuk Ahmad Dhani di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Kamis, 31 Januari 2019.

Menurut Amien, ada informasi bila Menteri yang berasal dari PDI Perjuangan itu ikut campur tangan. "Saya dengar katanya memang ada campur tangan politik dari Menkumham yang sangat kentara," ujarnya.

Amien dengan sedikit geram mengingatkan Yasonna bila benar dugaan intervensi itu. Sebagai pejabat, Yasonna mesti hati-hati bersikap. Ia pun siap buat perhitungan dengan Yasonna.

"Saya juga mengimbau kepada Yasonna Laoly, Anda ini menteri, Menkumham ya. Hati-hati Anda! Jangan sampai melakukan intervensi politik. Kita buat perhitungan nanti. Sekian saja," ujar Amien.

Dhani dijebloskan ke Rutan Cipinang usai divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 28 Januari 2019. Dhani divonis 1,5 tahun pidana karena cuitannya di media sosial terhadap pendukung eks Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Cuitan Dhani lewat akun Twitternya pada 2017 lalu dianggap menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian terhadap suatu golongan. [viva]

Ini Alasan Kenapa Rizal Ramli Direshuffle dari Kabinet Jokowi: Banyak Tikus dan ‘Pengpeng’

Ini Alasan Kenapa Rizal Ramli Direshuffle dari Kabinet Jokowi: Banyak Tikus dan ‘Pengpeng’

Berita Terkini - Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (RR) mengungkapkan mengapa ia direshuffle dalam kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). RR direshuffle karena banyak pihak yang tidak menginginkan kehadirannya di barisan pemerintahan Jokowi karena kekritisannya lewat aksi ‘kepret’ terhadap kebijakan yang berlawanan dengan kepentingan rakyat.

Hal ini diungkapkan tokoh perubahan ini pada tayangan video di akun Twitternya @RamliRizal, siang ini. Dalam video tersebut terlihat RR dalam sesi wawancara dengan Jaya Suprana.

Pada kesempatan itu pula Rizal menjelaskan, aksi ‘kepret’ dia lakukan hanya untuk  mengingatkan agar tidak ada lagi praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di dalam pemerintahan. 

“Cuma ngingetin agar tidak ada KKN. Pak Jokowi pernah nanya, mengapa harus kepret, Mas.. giniloh.. kalau kita mau panen padi di desa, tikusnya banyak banget, jadi supaya hasil panen itu bisa buat rakyat kita harus kepret, tikusnya pergi dan panen buat rakyat,” ungkap Rizal.

Ia juga mencontohkan, hal yang sama dengan mengurus negara, yang menurutnya banyak tikusnya. Kita kepret tikus yang main di proyek listrik yang maksain 35 Ribu Mega Watt, kan saya kepret. Waktu itu saya dibantah-bantah, tapi sekarang apa yang saya katakan terbukti. 

“Kedua, kasus pengadaan pesawat Garuda, saya kepret juga, karena hati-hati nanti Garuda rugi, dan apa? Beneran rugi bahwa tahun lalu sekitar 2016 rugi 2,4 triliun, 2017 rugi 3,2 triliun. Ini yang saya omongin 2,5 tahun lalu,” tegas Rizal.
Beri Solusi

Namun, Rizal juga memberikan solusi terhadap kondisi yang dialami oleh Garuda. “Makanya saya usulkan, Garuda hanya fokus pada domestik, sama Asia. Karena Garuda pasti bisa ngalahin Japan Airlines (JAL),” lanjutnya.

Pada tayang video itu, Jaya Suprana mempertanyakan soal kepret tersebut bahwa Rizal menghadapi pihak-pihak tertentu yang tidak dingin dikepret. “Jadi ada pihak tertentu yang tidak ingin dikepret,”? jelas Jaya… “Yess,” tegas Rizal.

Mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB itu juga menjelaskan, saat ini yang terjadi adalah skema penguasa yang merangkap sebagai pengusaha (pengpeng). “Ini jelas bukan hanya politik, tapi penguasa yang merangkap sebagai pengusaha. Jadi banyak konflik kepentingan. Waktu saya ‘ngepret’ di Pelindo, orang gak ada yang percaya, tapi kan terbukti kerugian Pelindo berapa triliun disana, dan terbukti juga ada pejabat tinggi yang punya keluarga terus bisnis di Pelindo,” lanjut Rizal.

Namun, ketika banyak pihak yang tidak berpihak kepadanya, Rizal kemudian mengaku tak kehabisan akal, karena menurutnya, ada teori lain, yakni ‘Rajawali Bangkit,’. Saya gak kehabisan akal, saya pakai ‘Rajawali Bangkit’. Ini teorinya Bung Karno. Bongkar.. bangun.. bongkar.. bangun. Karena kalau kita gak bongkar tatanan lama, kultur dan kebiasaan lama, kita gak maju-maju,” tutupnya. [HT]

Haris Azhar Tak Takut Dicap Pro-Prabowo karena Jadi Pengacara Rocky Gerung

Haris Azhar Tak Takut Dicap Pro-Prabowo karena Jadi Pengacara Rocky Gerung

Berita Terkini - Advokat pembela hak asasi manusia (HAM), Haris Azhar, tak khawatir dicap pro-Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya karena dirinya menjadi pengacara Rocky Gerung. Baginya, dituduh berpihak ke salah satu kubu bukanlah pengalaman baru.

"Kalau soal kesan, soal cara pandang orang, atau dituduh, saya sudah kenyang. Empat tahun lalu saya dituduh bela Jokowi karena mengkritisi Prabowo," kata Haris Azhar kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).

Haris kini menjadi direktur eksekutif lembaga advokasi dan pendampingan pembelaan HAM bernama Lokataru. Sebelumnya, dia dikenal sebagai koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Dia pernah mengkritik Prabowo dari perspektif pelanggaran HAM pada kesempatan yang lalu. Gara-gara itu, dia dulu dicap sebagai pendukung Jokowi. 

Sekarang, Haris menjadi pengacara Rocky Gerung, sosok yang belakangan sering tampil di acara-acara Prabowo-Sandiaga. Haris tak peduli terhadap aktivitas Rocky bersama kubu Prabowo-Sandi.

"Dedikasi saya cuma buat hukum dan HAM, saya tidak peduli yang jadi korban berasal dari kelompok yang mana, saya tidak peduli. Pilihan politik adalah bagian dari HAM juga, kita mesti hormati," kata Haris.

Bahkan dia memandang Rocky bukan sebagai sosok pendukung capres-cawapres tertentu, melainkan sosok yang mampu berpikir rasional. Rocky kritis terhadap siapa pun. Untuk saat ini, Jokowi, yang menjadi capres petahana, juga dikritik Rocky. Kalau saja Jokowi-Ma'ruf menginginkan Rocky tampil di acaranya, Rocky dinilainya bakal bersedia.

"Kalau Rocky diundang pihak 01 (Jokowi-Ma'ruf), dia akan datang, tapi Rocky tidak pernah diundang," kata Haris. [dtk]

Soal Diksi 'Fiksi' Rocky Gerung, Ini Kata Pakar Linguistik

Soal Diksi 'Fiksi' Rocky Gerung, Ini Kata Pakar Linguistik

Berita Terkini -  Sempat ramai pada medio April 2018 silam, konsep berpikir Rocky Gerung tentang kitab suci itu fiksi kembali mengemuka.

Kali ini bukan perdebatan di dunia maya tapi tuntutan hukum yang harus dihadapi dosen filsafat Universitas Indonesia tersebut.

Hari ini sedianya, Rocky Gerung memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Metro Jaya berdasarkan laporan Sekjen Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian. Namun diundur hingga besok (Jumat, 1/2) pukul 15.00 WIB.

Kembali pada diksi 'fiksi' yang dilontarkan Rocky Gerung dalam acara Indonesian Lawyers Club (ILC) TV One yang bertajuk 'Jokowi Prabowo Berbalas Pantun' pada Selasa (10/4/2018).

Ahli Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Aceng Ruhendi Syaifullah memberi uraiannya. Aceng menjelaskan, fiksi sebetulnya untuk memberikan label terhadap sebuah objek yang merupakan produk imajinatif.

"Sesuatu yang diimajinatifkan, sesuatu yang mungkin terjadi, sesuatu yang diproyeksikan atau diyakini akan terjadi itu berada pada wilayah fiksional," tegas Aceng yang juga doktor linguistik UI kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (31/1).

Fiksi tidak ada hubungan dengan kebohongan apalagi penipuan. Karena manusia memproduksi berdasarkan sesuatu yang sudah terjadi atau disebut faktual.

"Makanya ada kata mungkin, boleh jadi, barangkali, mudah-mudahan itu sesuatu yang fiksional," ujarnya.

Sedangkan fiktif itu sifatnya, mengarah sesuatu yang tidak terjadi.

"Ketika orang berbicara tentang sesuatu yang terjadi padahal tidak terjadi jadinya fiktif. Nah pada fiktif itu pada sebuah khalayan saja, untuk sesuatu yang sudah terjadi ya. Kalau yang belum terjadi enggak bisa dikatakan fiktif, kan belum," urainya lebih lanjut.

Aceng mencontohkan fiksi dimaksudnya seperti ajaran agama tentang alam kubur, surga, dan neraka. "Belum terjadi kan," imbuhnya.

Termasuk kitab suci juga menurutnya relevan dikatakan sebagai fiksi.

"Ketika Rocky misalkan ngomong kitab suci sebuah fiksi, dari segi manusia, sebagai objeknya, itu belum terjadi, baru akan terjadi," ucapnya.

Aceng menambahkan, ketika meyakini sesuatu akan terjadi itu masuknya ranah iman, bukan lagi masalah rasionalitas atau yang bisa dipecahkan dengan akal.

"Diverifikasi tidak bisa lagi dengan akal pikiran. Karena akal pikiran hanya bisa memverifikasi yang sudah terjadi," terangnya.[rmol]

Jadi Pengacara Rocky Gerung, Haris Azhar: Ini tentang Bela Cara Pikir

Jadi Pengacara Rocky Gerung, Haris Azhar: Ini tentang Bela Cara Pikir

Berita Terkini - Pegiat hak asasi manusia (HAM), Haris Azhar, muncul menjadi pembela Rocky Gerung. Mantan koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) ini punya alasan menjadi pembela Rocky dalam kasus 'kitab suci fiksi'.

"Pemidanaan terhadap dia adalah upaya yang bukan saja mempidana Rocky, tetapi mempidana kecerdasan publik. Ini bukan sekadar membela Rocky, tapi membela cara berpikir," kata Haris kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).

Haris mengaku sudah lama berteman denganRocky, dan pelaporan soal 'kitab suci fiksi' ini juga sudah sejak tahun lalu. Haris menjadi pengacaraRocky sejak tahun lalu, dan kini dia akan memperbarui surat kuasanya. Menurut Haris, dia menjadi pengacaraRocky atas alasan membela kebebasan berpendapat.

"Ini bagian dari kebebasan berpikir, berpendapat, dan berekspresi. Apalagi, secara substansi, apa yang disampaikan Rocky itu penting, yakni soal 'kitab suci fiksi' itu," kata Haris.

Dia memandang Rocky sebagai sosok yang bisa berpikir baik dan rasional. Pendiri Lokataru, lembaga pembela hukum dan HAM, ini menilai sosok seperti Rocky jarang ada di negara ini.

"Rocky memang punya integritas yang baik tentang cara berpikir rasional dan nggak banyak yang seperti dia di republik ini," kata Haris.

Ujaran Rocky tentang 'kitab suci fiksi' dilaporkan oleh salah seorang warganet bernama Permadi Arya, lebih dikenal sebagai Abu Janda, pada 11 April 2018. Sedianya, Rocky akan diklarifikasi oleh Polda Metro Jaya pada hari ini. Namun, karena ada acara lain, Rocky mengajukan permohonan penundaan agenda itu ke polisi sampai Jumat (1/2) besok. [dtk]

Dukungan Mantan Menteri ke Jokowi, Demokrat: Mereka Bukan Pendukung SBY

Dukungan Mantan Menteri ke Jokowi, Demokrat: Mereka Bukan Pendukung SBY

Berita Terkini -  Sejumlah mantan menteri era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan dukungan terhadap Joko Widodo di Pilpres 2019. Namun, dukungan mantan menteri ini dinilai bukan hal baru, sudah basi. Bahkan, mereka diduga mencatut-catut nama SBY dan mereka juga bukan pendukung SBY.

“Kalau mau memberi dukungan silakan karena itu hak politik masing-masing. Namun jangan mencatut-catut nama Pak SBY. Kalau mau mendukung lakukan secara pribadi, setidaknya menyebut mantan menteri, jangan pakai embel-embel nama Pak SBY,” kata politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean kepada Harian Terbit, Selasa (29/1/2019).

Menurut Ferdinand, dukungan mantan menteri  itu semu karena selama ini mereka sudah  diketahui publikada di barisan Jokowi. Kalau Kl ada yang mencoba seolah olah ini dukungan yang baru sama sekali tidak. 

“Ini dukungan yg lama, sudah basi, hanya dikemas-kemas ulang. Bagi kami dukungan ini tidak berguna bagi Jokowi karena publik mereka sudah sejak lama di barisan Jokowi. Mereka cuma menambahkan nama mantan menteri SBY aja,” paparnya.

Ferdinand mengemukakan, dukungan mantan menteri itu tidak berpengaruh dan Demokrat tidak terganggu. Biarkan mereka mendukung, toh mereka bukan pendukung SBY.

“Kami tidak terganggu, tidak terusik, tapi saran kami sebaiknya dukung saja secara pribadi tidak usah sebut-sebut mantan menteri SBY. Kalau mau menyebut,  sebut saja mantan menteri, tidak usah membawa nama-nama Pak SBY karena Pak SBY saat ini sedang fokus memenangkan Pak Prabowo di pilpres,” ujar Ferdinand.

Seperti diwartakan, Menteri Perdagangan era Pemerintahan SBY, Muhammad Luthfi menyatakan dukungan terhadap Jokowi di Pilpres 2019. 

"Pak Jokowi pemimpin yang baik dan kinerja pemerintah di bawah kepemimpinannya sudah terbukti berhasil," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Tak hanya Luthfi, mantan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, mantan menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr. Ir. H. Erman Suparno, juga mendukung Jokowi. [HT]

Yusril Bawa PBB Dukung Jokowi-Ma'ruf, MS Kaban Konsisten ke Prabowo-Sandi

Yusril Bawa PBB Dukung Jokowi-Ma'ruf, MS Kaban Konsisten ke Prabowo-Sandi

Berita Terkini - Perpecahan di tubuh Partai Bulan Bintang (PBB) tak terelakkan pasca dukungan resmi kepada pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

Tak hanya calon anggota legislatif (caleg), Ketua Majelis Syuro PBB MS Kaban terang-terangan memilih haluan berbeda. Dia tetap konsisten mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Di akun Twitter, mantan menteri kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mengunggah dua foto pengajian di rumahnya.

"Sedang berlangsung di rumah kediaman kumpul dengan emak-emak pengajian dari berbagai majelis taklim. Semangat menangkan Prabowo-Sandi tidak terbendung," cuit MS Kaban.

Tampak Kaban berdiri di belakang ibu-ibu yang memperlihatkan simbol dua jari.

Pada foto lainnya, mantan ketua umum Partai Bulan Bintang itu memperlihatkan foto ratusan anggota majelis taklim yang menghadiri pengajian.

"Masih berlangsung taklim di rumah diisi Ustaz Ansufri Sambo. Hadir juga nyonya cawapres Sandiaga Uno (Nur Asia) dan Ustaz Muhammad Al Habsyi. Pilih Bulan Bintang, pilih Prabowo-Sandi Presiden RI 17 April 2019," cuit Kaban.

Sebelumnya, Kaban menulis bahwa tanda-tanda kemenangan itu makin dekat. 

"Kalau mau jujur sudah gak ada indikator yang meyakinkan Mr Ko Wee memenangkan pertarungan pemilu. Hanya kecurangan yang kasar, tetapi apalah arti kekuasaan kalau rakyat menolak dengan gegap gempita. KPU, Bawaslu, BIN, Polri, TNI semoga benar-benar netral demi Indonesia adil makmur," katanya. [ry]

Disuntik Rp10,5 Triliun, Tunggakan Obat BPJS Kesehatan Belum Ketutup

Berita Terkini - Tunggakan pembayaran obat dan produk-produk farmasi lain oleh rumah sakit kepada industri farmasi masih tak tertutupi meski pemerintah memberi suntikan sebesar Rp10,5 triliun terhadap BPJS Kesehatan.

Menurut Ketua Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia Tirto Kusnadi, tunggakan ke industri farmasi yang nilainya mencapai Rp3,6 triliun hanya tertutupi tak lebih dari 10 persen oleh dana itu.

"Dari Rp10 triliun lebih itu, paling hanya enam sampai 10 persen yang terbayar ke farmasi," ujar Tirto usai mengadukan persoalan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019.

Tirto menilai, hal itu dikarenakan rumah sakit yang menerima klaim pembayaran dari BPJS Kesehatan pertama-tama akan menutupi kebutuhan internalnya dulu sebelum membayar tunggakan ke industri farmasi.

"Rumah sakit mungkin akan mengutamakan gaji pegawai dulu, jasa medis, lauk pauk makanan, untuk pendidikan, untuk segala macam, baru sisanya mungkin dibayarkan ke industri farmasi," ujar Tirto.

Tirto menyampaikan, industri farmasi juga sebenarnya ingin mekanisme pembayaran kepada mereka oleh BPJS Kesehatan berubah. Mekanisme yang lebih tepat adalah dijadikannya perusahaan-perusahaan farmasi sebagai penyedia layanan atau provider bagi BPJS Kesehatan.

Dengan demikian, pembayaran bisa dilakukan langsung, tidak melalui rumah sakit.

"Keinginan kita sebetulnya menjadi provider langsung, jadi obat dibeli ke kita langsung, dibayar langsung, kita distribusikan," ujar Tirto.
   
Selama ini, dari farmasi men-supply obat-obatan ke rumah sakit, kemudian digunakan rumah sakit kepada pasien peserta BPJS, lalu rumah sakit menagih pembayaran pasien ke BPJS dan dibayar. "Baru akan dibayarkan ke kita (farmasi)," terang Tirto.

Menurutnya mekanisme itu tak jarang membuat industri farmasi menunggu waktu lama untuk menerima pembayaran. Persoalan defisit yang tengah dialami BPJS Kesehatan juga membuat industri farmasi menderita kerugian keterlambatan pembayaran dari rumah-rumah sakit hingga Rp3,6 triliun. [viva]

Banding Ditolak, Kejari Cari Caleg PAN Mandala Shoji untuk Dieksekusi

Berita Terkini - Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat mencari keberadaan calon legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional ( PAN) Mandala Abadi Shoji untuk dieksekusi terkait putusan hukum untuk dirinya.

Jaksa Kejaksaan Negeri Jakpus Andri Saputra mengatakan, eksekusi dilakukan setelah banding yang dilakukan Mandala Shoji ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 31 Desember 2018.

"Eksekusi dilakukan kalau kami sudah (tahu) posisi pastinya. Upaya bandingnya ditolak tanggal 31 Desember," kata Andri saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (31/1/2019).

Andri mengungkapkan, pihaknya telah mendatangi rumah Mandala, namun ia tak mendapatkan informasi keberadaan terpidana kasus pelanggaran Pemilu itu.

"Kami masih mapping, istilahnya begitu. Dia kan sudah enggak tahu keberadaannya di mana, di rumahnya enggak ada, handphone-nya juga enggak aktif. Kami masih mapping untuk mencari tahu dia lalu kami eksekusi sesuai keputusan pengadilan untuk dipenjara tiga bulan," ujar Andri.

Sementara itu, caleg DPRD DKI Jakarta dari PAN lainnya, yakni Lucky Andriani, telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Bambu Kelas IIA khusus perempuan pada Selasa (29/1/2019).

"Dia (Lucky Andriani) kooperatif dengan menyerahkan diri ke kantor kejaksaan. Sudah ditahan di (Lapas) Pondok Bambu," ujar Andri.

Seperti diketahui, Mandala Shoji dan Lucky Andriani dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran Pemilu saat melakukan kampanye di Pasar Gembrong Lama, Jakarta Pusat pada 19 Oktober lalu.

Mandala yang dahulu merupakan aktor dan presenter terbukti melakukan pelanggaran Pemilu dengan membagikan kupon umrah saat kampanye. Kupon umrah dibagikan kepada warga saat kampanye dalam bentuk doorprize.  Mereka divonis tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 18 Desember 2018. 

Lalu, Mandala sempat mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas vonis itu pada 20 Desember 2018. Namun, upaya bandingnya ditolak. [kompas]

12 Jam Diperiksa, Vanessa Angel Pingsan

Berita Terkini - Aktris Vanessa Angel pingsan saat keluar dari ruang pemeriksaan di gedung Subdirektorat Siber Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur pada Rabu malam, 30 Januari 2019. Oleh penyidik, dia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, di dekat Polda.

Vanessa keluar sekitar pukul 23.00 WIB. Menggunakan masker di wajahnya, dia keluar dengan didampingi oleh anggota polisi wanita dan kuasa hukumnya. Memang, rencananya, aktris FTV itu hendak dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Minggir mas, sakit, sakit," kata salah satu kuasa hukumnya.

Belum diketahui betul apakah rencana pemeriksaan kesehatan Vanessa itu bagian dari proses penahanan atau bukan. Biasanya, sebelum ditahan, penyidik memanggil dokter untuk memeriksa kesehatan seorang tersangka dan diperiksa secara medis di ruang penyidikan.

Nah, belum sampai masuk mobil, Vanessa pingsan di tengah kerumunan wartawan. Anggota polwan yang mendampingi lekas-lekas membopong Vanessa masuk ke dalam mobil, lalu dilarikan ke RS Bhayangkara Surabaya, yang berada di samping selatan area Markas Polda Jatim.

Pemeriksaan Vanessa dalam statusnya sebagai tersangka berlangsung lama, dari sekitar pukul 11.00 hingga 23.00 WIB. Bisa jadi karena itu kondisi wanita rupawan ini kelelahan. Belum lagi bayang-bayang akan ditahan. Sebab, informasi dari lingkungan penyidik, surat perintah penahanan sebetulnya sudah disiapkan, namun tersangka ogah ditahan.

Seperti diketahui, Vanessa diamankan polisi saat melakukan transaksi prostitusi online dengan seorang pria di kamar salah satu hotel di Surabaya, Jawa Timur pada awal Januari lalu. Pria yang mengencani Vanessa disebut-sebut seorang pengusaha berinisial R. Dia diduga mengencani Vanessa melalui perantara muncikari dengan tarif Rp80 juta. [viva]

Penyakit yang menyebabkan susah bicara

Berbicara merupakan salah satu anugerah terindah dimana kita memiliki kemampuan untuk dapat mengungkapkan dan segala mencurahkan isi hati maupun pendapat kita kepada orang lain. Mampu berbicara juga merupakan sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan.

Namun ada sebagian orang yang terkena penyakit yang menyebabkan susah bicara. Ada yang mengalami sejak lahir dan juga ada secara mendadak yang dapat terjadi dalam sementara waktu mampun dalam waktu jangka lama.

Berikut ini adalah penyebab susah berbicara:

· Stroke

Ini adalah salah satu penyakit yang menyebabkan susah bicara maupun mengalami kesulitan berbicara. Dan penderita merasakan wajahnya terasa kebas, terkadang juga merasakan tubuh susah untuk digerakan. Stroke diakibatkan karena adanya gumpalan darah sehingga tidak mengalir ke otak dan pasokan oksigen pun terputus ke otak. Hal inilah yang menyebabkan kesulitan untuk berbicara dan terkadang ada yang tidak melakukan sama sekali. Selain bicara terkadang ada yang sampai pingsan, kesulitan berjalan dan lumpuh, kehilangan kesadaran, dan gangguan pada penglihatan. Stroke membuat para penderitanya mengalami kehilangan maupun keseluruhan dari bicara yang disebabkan karena cedera otak.

· Migrain

Migrain dapat membuat kita kesulitan dalam berkata-kata bahkan gangguan dalam berbicara. Migrain juga merupakan gangguan kronis yang biasanya mengalami sakit kepala. Dari beberapa orang yang mengalami penyakit migrain maka akan terkena gangguan visual, terganggu indera bicara dan lainnya. Migrain juga dapat mengganggu penglihatan yang membuat anda tidak dapat melihat secara jelas.

· Kelainan saraf

Ini merupakan penyakit yang dapat mengganggu sel-sel otak dan sel-sel di bagian tubuh lainnya. Kelemahan dan gangguan pada otot mulut dan juga pipi sehingga mengakibatkan penderita kesulitan dalam berbicara.

· Kelelahan atau stres

Rasa lelah terkadang membuat kita kesulitan dalam berkata-kata dan jika semakin parah maka semakin membuat kita kesulitan dalam berbicara.

· Tongue tie adalah salah satu gangguan bawaan lahir yaitu mengalami pendek lidah sehingga membuat gerakan lidah menjadi terbatas.

· Afasia adalah gangguan pada saraf yang mampu merusak kemampuan berbicara, kecacatan pada memori otak . orang yang menderita penyakit ini mengalami kesulitan dalam memahami serta merangkai kata-kata saat sedang berbicara.

· Terlalu banyak minum alkohol

Alkohol dapat membuat susah berbicara dan tidak dapat berbicara secara jelas karena minuman alkohol dapat memperlambat otak dalam berkomunikasi dan berbicara.

· Pengaruh obat-obatan

Kesulitan dalam berbicara dapat disebabkan karena terlalu banyak minum obat-obatan.

· Kanker otak



Penyakit yang menyerang bagian otak ini dapat menyebabkan para penderitanya mengalami kesulitan dalam berbicara dan juga mengganggu dalam mengatur kemampuan berbahasa. Penyakit kanker otak dapat dikenali dengan gejala sakit pada bagian kepala, mual, rasa kantuk, dan merasa kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Inilah penyakit yang menyebabkan susah bicara yang dapat anda waspadai dan kalau bisa anda cegah sehingga tidak mengalaminya. Selalu jaga kesehatan serta pola hidup sehat agar terhindar dari segala penyakit. Jika merasakan beberapa gejala penyakit diatas maka segera sembuhkan dan berobat, agar tidak menjadi semakin parah. Selain itu juga dapat mengurangi segala resiko yang dapat membahayakan diri sendiri.

Mencegah lebih baik daripada mengobati itulah peribahasa agar mengingat bahwa sehat itu mahal harganya. Semoga kita semua dapat terhindar dari bermacam penyakit yang dapat mengganggu aktivitas keseharian kita. Sekian dulu untuk ulasan hari ini dan semoga bisa bermanfaat. Terima kasih untuk para pembaca.

BPN: Kami Punya Survei yang Bikin Gembira, Ada Angin Perubahan

BPN: Kami Punya Survei yang Bikin Gembira, Ada Angin Perubahan

Berita Terkini - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso, menegaskan tak terpengaruh oleh survei LSI Denny JA. BPN mengaku punya survei internal yang hasilnya menggembirakan. 

"Kami punya survei sendiri. Kami gembira dengan survei yang kami dapatkan sehabis debat. Nggak kami umumkan, tapi ada angin perubahan yang nggak bisa dibendung," ujar Priyo kepada wartawan setelah mengikuti rapat bersama KPU dan TKN membahas persiapan debat capres putaran kedua di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019). 

Priyo menjelaskan sedikit bocoran survei internal. Prabowo di wilayah Jabar, Banten, DKI Jakarta, dan DIY diklaim Priyo unggul.

Sedangkan di Jateng, Priyo menyebut survei internal menunjukkan posisi Prabowo-Sandiaga masih di bawah Jokowi-Ma'ruf Amin. 

"Sumatera insyaallah kami unggul kecuali Lampung dan zona lain. Indonesia timur Pak Jokowi masih banyak unggul, di Sulut sebagian NTT, tapi zona lain di Sulawesi Selatan kami unggul mutlak," papar Priyo.

LSI Denny JA merilis hasil survei setelah debat capres-cawapres perdana.

Sebelum debat
Jokowi-Ma'ruf: 54,2 persen
Prabowo-Sandiaga: 30,6 persen
Rahasia: 15,2 persen

Sesudah debat
Jokowi-Ma'ruf: 54,8 persen 
Prabowo-Sandiaga: 31 persen
Rahasia: 14,2 persen [dtk]

© Copyright 2019 BERITATERKINI.co | All Right Reserved