Setelah 3 Tahun 2 Bulan Polri Dipimpin Kapolri Kemudaan, Keempat Nama Ini Layak Menggantikan Tito - Berita Terkini | Kabar Terbaru Hari Ini, Viral, Politik, Indonesia, Dunia | BERITATERKINI.co

13 Agustus 2019

Setelah 3 Tahun 2 Bulan Polri Dipimpin Kapolri Kemudaan, Keempat Nama Ini Layak Menggantikan Tito

Setelah 3 Tahun 2 Bulan Polri Dipimpin Kapolri Kemudaan, Keempat Nama Ini Layak Menggantikan Tito

Setelah 3 Tahun 2 Bulan Polri Dipimpin Kapolri Kemudaan, Keempat Nama Ini Layak Menggantikan Tito
BERITA TERKINI - Tahun 2016 lalu, Polri gempar saat dua calon Kapolri yang diusulkan resmi oleh Mabes Polri kepada Presiden Joko Widodo untuk menjadi Calon Kapolri, tiba-tiba bisa berganti nama secara misterius.

Hasil rapat Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi) di tahun 2016, Mabes Polri mencoret nama Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian, dan resmi mengusulkan 2 nama Calon Kapolri yaitu Komjen Budi Gunawan dan Komjen Budi Waseso.

Tapi kedua Calon Kapolri yang diusulkan Mabes Polri tak sampai surat usulannya ke meja kerja Presiden karena surat itu raib secara misterius.


Lalu masuklah usulan Ketua Kompolnas yang saat itu dijabat Menko Polhukam Luhut Panjaitan, yang mengusung satu nama Calon Kapolri yaitu Komjen Tito Karnavian.

Itulah sebabnya mengapa Presiden mengusulkan nama Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian menjadi Calon Kapolri di tahun 2016 lalu.

Tito, bisa dibilang, Kapolri yang terlalu muda angkatannya saat dicalonkan menjadi Kapolri yang baru, sebab saat itu Tito masih sangat junior untuk menjadi Kapolri.

Pencalonan Tito sebagai Kapolri di tahun 2016 silam telah memberangus 4 Angkatan sekaligus di atasnya yaitu angkatan 1983, 1984, 1985 dan 1986.

Normalnya, saat ini harusnya terjadi pergantian Kapolri dari angkatan 1984 ke angkatan 1985 atau dari angkatan 1985 ke 1986.

Kini, dengan akan berakhirnya masa jabatan Tito sebagai Kapolri, dimana kabar yang beredar adalah Presiden Joko Widodo akan segera melakukan pergantian Kapolri, inilah nama 4 orang Calon Kapolri yang tampaknya sangat difavoritkan untuk menggantikan posisi Tito.

Keempat calon Kapolri itu adalah Irwasum Komjen Pol. Moechgiyarto (angkatan 1986), Kabaintelkam Komjen Pol. Agung Budi Maryoto (angkatan 1987), Kalemdiklat Komjen Pol. Arief Sulistiyanto (angkatan 1987) dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (angkatan 1988).

Mengenai Irwasum Komjen Pol. Moechgiyarto, yang merupakan lulusan Akpol 1986. Moechgiyarto terkendala pada usia dan sisa masa aktif kedinasannya di Polri, untuk bisa menjadi Kapolri. Moechgiyarto akan pensiun per tanggal 1 Juni 2020. Sehingga, yang lebih tepat diberikan kepada Moechgiyarto adalah pertimbangan Presiden untuk memberi kesempatan kepada Moechgiyarto menjadi Wakapolri menggantikan Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto yang akan resmi pensiun per tanggal 1 Januari 2020. Jika saat ini ditunjuk sebagai Wakapolri, maka Moechgiyarto berkesempatan menjadi Tri Brata 2 selama 10 bulan.

Bagaimana dengan Kabaintelkam Komjen Pol. Agung Budi Maryoto? Agung yang merupakan lulusan Akpol 1987 ini, dia memiliki sisa masa dinas aktif di Polri yang relatif cukup panjang yaitu sekitar 4 tahun lagi. Dia akan resmi pensiun per tanggal 1 Maret 2023. Jabatan Agung selama 8 tahun terakhir ini atau sejak tahun 2011 hingga saat ini adalah Karo Ops Polda Metro Jaya, Waka Korlantas Polri, Kaeodalops Sops Polri, Kapolda Kalsel, Karkolantas Polri, Kapolda Sumsel, Kapolda Jabar dan saat ini menjabat sebagai Kabaintelkam Polri. Agung layak dipertimbangkan sebagai calon Kapolri.

Selanjutnya, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Arief Sulistiyanto. Arief adalah lulusan Akpol 1987. Sama seperti Agung Budi Maryoto, Arief masih memiliki masa dinas aktif di Polri yang relatif cukup panjang yaitu 4 tahun lagi. Dia akan resmi pensiun per tanggal 1 Februari 2023. Selama 10 tahun terakhir sejak 2010 hingga tahun 2019, inilah rekam jabatan Arief di jajaran Kepolisan:  Dir II/Ekonomi Dan Khusus Bareskrim Polri, Dirtipideksus Bareskrim Polri, Kapolda Kalbar, Sahlijemen Kapolri, Asisten SDM Kapolri, Kabareskrim Polri dan sejak Januari 2019 menjabat sebagai Kalemdiklat Polri.

Dan inilah calon keempat yang tak kalah berprestasi dibanding para seniornya yaitu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono. Gatot merupakan lulusan Akpol 1988. Dia masih memiliki masih dinas aktif di Polri yang cukup panjang yaitu 4 tahun lagi. Gatot akan resmi pensiun per tanggal 1 Juli 2024. Sejak 11 tahun terakhir ini, atau sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2019 ini, rekam jabatan Gatot di jajaran Polri adalah Kapolres Metro Depok (2008), Kapolres Metro Jaksel (2009), Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya (2011), Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2012), Kabagdukminops Robinops Sops Polri (2013), Karolemtala Srena Polri (2014), Wakapolda Sulsel, Sahlisosek Kapolri (2017) dan sejak Januari 2019 menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Jadi, dari empat nama Perwira Tinggi ini, ada tiga nama yang memiliki masa dinas aktif yang masih cukup panjang di Kepolisian yaitu Kabaintelkam Komjen Agung Budi Maryoto, Kalemdiklat Komjen Arief Sulistiyanto, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono.

Sehingga dengan demikian, ketiga orang Perwira Tinggi ini, layak dipertimbangkan menjadi Calon Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Tito Karnavian, yang sudah 3 tahun 2 bulan menjadi Kapolri.

Selain layak dipertimbangkan menjadi Kapolri, ketiga Perwira Tinggi tadi (Agung Budi Maryoto, Arief Sulistiyanto dan Gatot Eddy Pramono), termasuk juga Moechgiyarto, sangat layak juga dipertimbangkan menjadi Wakapolri menggantikan Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto yang akan segera pensiun.

Namun, khusus untuk Kapolda Metro Jaya, jika Presiden lebih berkenan memilih Gatot menjadi Calon Kapolri, maka pangkat Gatot harus dinaikkan terlebih dahulu menjadi Komjen.

Salah satu posisi yang sangat mungkin di isi oleh Gatot dalam waktu dekat adalah Kabaharkam Polri, menggantikan Komjen Pol Condro Kirono yang akan segera pensiun.

Dan satu lagi, yang sangat menarik dari dinamika di jajaran Kepolisian Indonesia adalah untuk pertama kali dalam sejarah, pergantian Kapolri dan Wakapolri hampir bersamaan waktunya.

Jadi, Presiden Jokowi bisa dengan cermat mempertimbangkan, siapa yang dipercaya dan ditunjuk menjadi Kapolri dan Wakapolri yang baru.

Era Tito sebagai Kapolri sudah saatnya berakhir.

Monggo Bapak Presiden, silahkan dipilih siapa Kapolri dan Wakapolri yang baru. (Rmol)




Berita Lainnya

Berita Terkini

© Copyright 2019 BERITATERKINI.co | All Right Reserved