Heroisme dr Ketty yang Pernah Rawat Menteri: Gugur Usai Dirawat 7 Hari - Berita Terkini | Kabar Terbaru Hari Ini, Viral, Indonesia, Dunia | BERITATERKINI.co

6 April 2020

Heroisme dr Ketty yang Pernah Rawat Menteri: Gugur Usai Dirawat 7 Hari

Heroisme dr Ketty yang Pernah Rawat Menteri: Gugur Usai Dirawat 7 Hari

BERITA TERKINI - Dokter Ketty Herawati Sultana gugur usai positif terjangkit virus Corona (COVID-19). Sang pahlawan medis itu sempat merawat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.
Mulanya, kabar soal wafatnya dr Ketty dini diumumkan oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Selain dr Ketty, ada dua dokter lain yang juga diumumkan wafat. Mereka adalah dr Bernadette Albertine Fransisca T, SpTHT-KL, dari IDI cabang Makasar dan Dr dr Lukman Shebubakar SpOT, PhD, dari IDI cabang Jakarta Selatan.

Humas PB IDI Abdul Halik Malik mengatakan ketiganya dinyatakan positif corona dan sempat dirawat di rumah sakit (RS) sebelum akhirnya meninggal. Dokter Ketty sempat dirawat selama 7 hari di RS Medistra, Jakarta.

dr Ketty di Rumah Sakit Medistra sudah dirawat kurang lebih 7 hari terakhir ini. Sudah di swab dan hasilnya positif," kata Abdul Halik saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/4/2020).

Sebelum dirawat, dr Ketty merupakan salah dokter yang menangani Menhub Budi Karya Sumadi. "Dokter Ketty bagian dari tim dokter di RS Medistra yang ikut merawat Menhub waktu itu sebelum dirujuk ke RSPAD," ujar Halik, kepada detikcom, Minggu (5/4/2020).

Sebagaimana diketahui, Menhub Budi Karya sempat dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta. Kemudian, Budi dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jalan Abdul Rahman Saleh, Jakarta.

Halik mengatakan dr Ketty adalah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya yang bekerja di Rumah Sakit Medistra. Dia wafat dalam usia 60 tahun.

PB IDI berharap masyarakat dan pemerintah semakin memperkuat solidaritas untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Bila masyarakat bertekad untuk menjaga diri dari COVID-19 juga bersedia melakukan asesmen mandiri apakah perlu mengisolasi diri atau dirawat di rumah sakit, maka situasi akan lebih baik. Bila penularan COVID-19 berkurang, tenaga medis juga bisa lebih ringan dalam bertugas.

Beberapa rumah sakit memang tidak kita pungkiri ada tenaga kesehatan yang terpapar. Itu sudah ada yang dirumahkan atau diisolasi. Di tempat dr Ketty-pun demikian, juga dokter-dokter lain yang sudah gugur," tutur Halik.

Kini, dr Ketty telah kembali tenang di sisiNya bersama para pahlawan medis yang gugur lainnya. Selamat jalan dr Ketty, jasamu takkan terlupakan.(dtk)




Loading...
loading...

Berita Lainnya

Berita Terkini

© Copyright 2019 BERITATERKINI.co | All Right Reserved