Berita Terkini, TEMBILAHAN - Di sebuah sentra peternakan rakyat di Kabupaten Indragiri Hilir, suara kambing bersahut-sahutan memecah pagi. Aroma rumput pakan yang baru dipotong bercampur dengan aktivitas para peternak yang sibuk membersihkan kandang. Di tengah suasana sederhana itu, hadir sosok yang tak biasa berada di antara kandang ternak: aparat kepolisian.
Jumat (22/05/2026), Kapolsek Kawasan Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tembilahan, Parna B. Simarmata, bersama personel Polsek KSKP Tembilahan turun langsung memberikan penyuluhan kepada para peternak kambing. Kehadiran polisi di tengah peternak bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari upaya mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Bagi masyarakat Indragiri Hilir, peternakan kambing bukan hanya usaha sampingan. Hewan ternak menjadi sumber penghasilan, tabungan keluarga, hingga penopang kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, ketika ancaman penyakit ternak seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menghantui, para peternak membutuhkan pendampingan nyata.
Di hadapan para peternak, Ipda Parna B. Simarmata menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan ternak agar produktivitas tetap stabil. Penyuluhan difokuskan pada langkah pencegahan penyakit, mulai dari kebersihan kandang, kualitas pakan, hingga pemeriksaan kesehatan hewan secara berkala.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil pertanian, tetapi juga bagaimana sektor peternakan mampu berkembang dengan baik. Jika kesehatan ternak terjaga, produktivitas meningkat dan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara mandiri,” ujarnya.
Bagi para peternak, perhatian seperti ini memiliki arti besar. Mereka merasa tidak berjalan sendiri menghadapi berbagai persoalan di lapangan, terutama ketika harga pakan meningkat atau muncul kekhawatiran terhadap penyebaran penyakit ternak.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, para peternak menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi, mulai dari perawatan kambing hingga penanganan kesehatan hewan. Polisi pun membuka ruang koordinasi dengan instansi terkait apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan ternak secara massal.
Langkah Polsek KSKP Tembilahan ini memperlihatkan bahwa menjaga ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari ruang rapat atau kebijakan besar. Kadang, upaya itu lahir dari percakapan sederhana di kandang ternak, dari tangan-tangan yang membersihkan kandang setiap pagi, dan dari kehadiran aparat yang mau turun langsung mendengar kebutuhan masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi dan ancaman penyakit hewan, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan peternak menjadi harapan baru bagi terwujudnya swasembada pangan yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir.***