Berita Terkini | Kabar Terbaru Hari Ini, Viral, Politik, Indonesia, Dunia | BERITATERKINI.co

Headline

Ads

Ekonomi & Bisnis

Politik

Peristiwa

Video

18 Februari 2019

Prabowo Prihatin Banyak Pelabuhan di Indonesia Diserahkan ke Asing

Prabowo Prihatin Banyak Pelabuhan di Indonesia Diserahkan ke Asing

Berita Terkini - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku prihatin kini banyak pelabuhan-pelabuhan di Indonesia yang dikelola asing. Hal tersebut disampaikannya dalam debat putaran ke-2 Pilpres 2019 malam ini, Minggu, 17 Februari 2019.

"Bagi kami strategi kita berbeda. Kami mengerti maritim penting, tapi kami prihatin pelabuhan-pelabuhan diserahkan ke asing," ujar Prabowo.

Dia menilai, pelabuhan merupakan sektor bisnis yang strategis. Sehingga, pengelolaannya semestinya diserahkan kepada anak bangsa. 

"Kami prihatin dengan hal yang begitu strategis," tegasnya. [viva]

Disindir Jokowi, Hotman Paris: Prabowo Rebut Tanah Itu Dari Asing

Berita Terkini - Calon Presiden 01 Joko Widodo menuding saingannya Prabowo Subianto memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah. Bahkan disebut jumlahnya hingga ratusan ribu hektare.

Menurut data pemberitaan detikFinance, Prabowo melalui perusahaannya PT Kaltim Nusantara Coal (KNC) memenangkan perebutan konsesi lahan tambang batubara seluas 10.000 hektare di Kutai Timur. Dia berebut dengan pihak asing Churchill Mining Plc asal Inggris.

Kuasa Hukum KNC Hotman Paris mengungkapkan pihaknya memenangkan gugatan hingga ke tingkat peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung.

"Sejak gugatan ditingkat pertama PTUN Samarinda, PTTUN di Jakarta, Kasasi di MA hingga PK semua dimenangkan oleh Kaltim Nusantara Coal," ujar Hotman ketika ditemui di Kantornya Gedung Summitmas Tower I Sudirman, Selasa (25/6/2013).

Dikatakan Hotman, atas kemenangan tersebut Kaltim Nusantara Coal berhak mengelola 'harta karun' di Kutai Timur tersebut.

"Mengapa saya sebut harta karun? karena nilai batu bara dari yang digugat oleh Churchill yakni mencapai US$ 1,8 miliar, uang sebanyak itu kalau dimiliki oleh orang Indonesia, dia akan menjadi seorang konglomerat terkaya di Indonesia," ujar Hotman.

Lalu, Prabowo melalui perusahaannya Kertas Nusantara memiliki pabrik yang berlokasi di Mangkajang-Berau, Kalimantan Timur. Pabrik tersebut merupakan satu-satunya pabrik bubur kertas (pulp) yang terbesar di Asia Tenggara. Luas lokasi pabrik mencapai 3.400 ha.

Sekedar informasi, Capres nomor urut 02 Joko Widodo (Jokowi) menyebut lawannya memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur. Jokowi mengatakan, Prabowo memiliki lahan seluas 220.000 hektare.

"Saya tahu pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur. Sebesar 220.000 hektare," kata Jokowi dalam Debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Selain itu, Jokowi juga menyebutkan Prabowo memiliki lahan seluas 120.000 hektare di Aceh Tengah. Ia mengatakan bahwa pembagian lahan tersebut tidak dilakukan di era pemerintahannya.

"Juga di Aceh Tengah 120.000 hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," ujar Jokowi. [dtk]

17 Februari 2019

CEK FAKTA: Kata Jokowi Tak Ada Kebakaran Hutan 3 Tahun Ini, Benarkah?

Berita Terkini - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan keberhasilannya mengurangi kebakaran hutan dan lahan yang selama ini menjadi momok bagi Indonesia.

Jokowi selaku calon inkumben mengatakan, tiga tahun belakangan di masa pemerintahannya berhasil menekan angka kebakaran dan hutan.

"Ini bisa kita atasi. Tiga tahun ini tidak terjadi kebakaran lahan hutan dan gambut," kata Jokowi dalam debat putaran kedua di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu malam, 17 Februari 2019. Lalu, bagaimana faktanya?

Menurut Ervyn Kaffah, manajer Advokasi FITRA, dalam keterangannya yang diterima VIVA, kerugian hutan pada 2015, mencapai 211 triliun dan luas terbakar mencapai 2,6 hektare (ha).

Data FITRA menjabarkan bahwa pada 2018, empat hari sebelum pelaksanaan Asia Games ditemukan titik api terbanyak di Riau berjumlah 90 titik, 13 titik di sumsel, dan 27 titik di Bangka Belitung 22 titik di Sumatera Utara, 10 titik di Sumatera Barat, empat titik di Jambi, dan tiga titik di Lampung.

"Masih terjadi kebakaran dan hotspot walaupun berkurang dibandingkan tahun 2015,” ungkap data AURIGA.

Tahun dan Luas Kebakaran

2015-2016: 261.060 ha
2016-2017: 14.604 ha
2017-2018: 11.127 ha

Kesehatan

Internasional

Celebrity

Regional

Hukrim

© Copyright 2019 BERITATERKINI.co | All Right Reserved