Berita Terkini | Kabar Terbaru Hari Ini, Viral, Indonesia, Dunia | BERITATERKINI.co

Headline

Ekonomi & Bisnis

Politik

Peristiwa

Video

2 Desember 2021

Polri: Rekrutmen Anggota dari Santri hingga Hafiz Quran Akan Terus Dilakukan

Berita Terkini, JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengatakan, usulan cendekiawan muslim, Ahmad Syafi’i Ma’arif atau Buya Syafi’i yang meminta santri berkualitas direkrut dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) sudah dilakukan. Bahkan sejak 2017, Polri secara konsisten membuka rekrutmen anggota Polri bersumber dari pesantren, hafiz Alquran hingga siswa berprestasi agama lainnya.

"Polri dari tahun 2017 sampai dengan saat ini sudah melaksanakan kegiatan rekrutmen anggota Polri dari Perwira sampai Bintara yang memiliki latar belakang santri, hafiz Quran, juara MTQ dan siswa berprestasi agama lainnya dari berbagai provinsi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/12/2021).

Dedi menjelaskan, sejak tahun 2017 sudah puluhan santri dari pesantren mengikuti pendidikan baik Bintara maupun Perwira. Adapun rinciannya 44 santri mengikuti pendidikan Bintara dan 47 santri mengikuti pendidikan Perwira.

Selanjutnya, jenderal bintang dua ini mengatakan, Polri juga menerima rekrutmen Bintara tahun 2020/2021 kategori hafiz Alquran sebanyak 55 orang, Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) sebanyak 1 orang dan Musabaqah Mutawatil Quran (MTQ) sebanyak 9 orang.

Dedi menambahkan, Polri juga menerima rekrutmen Bintara Berkomptensi Khusus (Bakomsus) agama dari berbagai provinsi dengan total 77 orang.

"Sesuai kebijakan Kapolri pola rekrutmen tersebut akan terus dilaksanakan oleh Polri," katanya.

Sebelumnya, Buya Syafii Maarif memberikan usulan kepada Polri. Buya meminta institusi Polri merekrut santri berkualitas untuk bergabung dalam pendidikan Akpol.

Usulan Buya yang berupa video itu diunggah oleh akun Twitter @budhihermanto. Dalam video itu, Buya menilai rekrutmen santri menjadi polisi akan mempermudah menangani radikalisme.

"Saya Ahmad Syafi'i Ma'arif Salah seorang warga negara yang sudah berusia 80-an. Dengan ini berharap kepada pihak kepolisian, terutama Kapolri dan jajarannya, untuk merekrut para santri menjadi Akpol," kata Buya dikutip dari video tersebut, Selasa (30/11).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai tidak perlu banyak santri yang dimasukkan ke dalam Akpol. Tapi yang masuk Akpol harus benar-benar berkualitas. Ia menilai hal dapat mempermudah Polri menumpas kelompok radikal.

"Tidak usah banyak-banyak. Tujuannya apa? Untuk mendampingi polisi menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang ini. Kelompok-kelompok yang anti-Pancasila, kelompok-kelompok radikal. Itu kalau polisi mengerti agama, mengerti bahasa mereka, akan lebih mudah," ucapnya.

Menurutnya, Polri harus proaktif mencari santri yang layak masuk Akpol. "Polisi harus proaktif untuk ini. Dicari betul-betul berkualitas, sama seperti yang lain. Sampai nanti mereka menjadi perwira, tapi mereka mengerti kitab kuning mengerti kitab-kitab agama, seperti yang dipahami kelompok radikal ini," imbuhnya.***(rls)

Moeslim Kawi, Wartawan Tiga Zaman Penerima ‘Press Card Number One’ Meninggal Dunia

Berita Terkini, PEKANBARU – Wartawan senior H. Moeslim Kawi, meninggal dunia, Rabu (1/12/2021) malam, sekitar pukul 22.00 WIB di RS Ibnu Sina Pekanbaru dalam usia 86 tahun.

Wartawan tiga zaman penerima Press Card Number One (Wartawan Nomor Satu) di Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2011 di Kupang ini, meninggal setelah dirawat selama dua hari karena sakit tua.

Menurut Adek Kawi, anak almarhum, ayahnya tak lama dirawat di rumah sakit. Hanya dua hari dan langsung masuk ICU RS Ibnu Sina. Tapi, karena kondisi lemah akibat sudah tua, beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

”Mohon ma’af atas kesalahan beliau. Semoga beliau husnul khotimah, diampuni dosa-dosanya, dan diterima amal ibadahnya, dan dimasukkan ke sorga. Aamiin ya rabbal alamin, ” ujarnya.

Moeslim Kawi menghabiskan hari tuanya di rumah. Sejak lama dia rajin jalan pagi. Karena itu kesehatannya selalu terjaga. Apalagi orangnya ceria, seperti tidak ada masalah.

Namun sejak istrinya meninggal beberapa bulan lalu, penasihat PWI Riau itu mulai agak menurun fisiknya. Beliau memang tidak sanggup lagi menghadiri kegiatan-kegiatan PWI. Tapi semangatnya tetap berapi-api.

Ketika rombongan pengurus PWI Riau menyambangi rumah almarhum dalam rangka peringatan HPN Maret 2021, Moeslim Kawi masih berminat untuk ikut HPN di Pulau Rupat. Tapi kondisinya tidak memungkinkan untuk ikut, apalagi musim Pandemi Covid 19.

Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang menyatakan turut berduka atas berpulangnya Moeslim Kawi.

"Keluarga besar PWI Riau sangat berduka atas berpulangnya Pak Moeslim Kawi. Beliau banyak berjasa untuk wartawan Riau dan nasional. Idelialismenya perlu ditiru oleh wartawan muda di Riau. Semoga almarhum husnul khotimah. Aamiin, ” ujarnya.

Semua wartawan di Riau, bahkan nasional, sangat kenal dan akrab dengan Moeslim Kawi. Orangnya memang ceria dan enak bergaul. Namun soal idealisme wartawan, almarhum patut diacungi jempol. Tidak terpengaruh oleh uang dan tetap memegang etika jurnalistik.

Almarhum terakhir menjabat Pemimpin Redaksi Tabloid Mingguan GENTA. Sejak tabloid itu ditutup, beliau tak aktif lagi menulis. Tapi setiap kegiatan PWI beliau tetap hadir. Tabloid GENTA kini hidup kembali dan dikelola oleh anak muda.

Moeslim Kawi, kahir 4 Agustus 1935, merupakan wartawan senior Indonesia. Ia berasal dari Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kabupaten Lima Puluh Kota, menjalani masa kanak-kanak di kampung halamannya.

Ia adalah seorang wartawan sepanjang hayat. Muslim Kawi pernah menjadi ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau di tahun 1981 hingga 1985, dan beliau juga salah seorang yang membentuk PWI Riau.

Hampir tiga per empat usianya diabdikan sebagai wartawan. Ia menempuh pendidikan dan menamatkan Sekolah Rakyat (SR), melanjutkan ke SMP di kota Payakumbuh, seangkatan dengan politisi dan mantan anggota DPR RI dari Golkar Novyan Kaman.

Ia tertarik dengan dunia tulis menulis, sejak 1955 mengirim tulisan ke Mingguan Waktoe di Medan, saat bekerja sebagai pegawai tata usaha (TU) Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) di kota kelahirannya, setelah tamat SMP. Ia mengirim cerita-cerita unik yang terjadi di masyarakat, termasuk rubrik “Mari Ketawa” (Lucu-lucu), dan hasilnya dimuat.

Moeslim mengirimkan berita-berita kejadian di sekitar kotanya ke surat kabar Harian Njata, ketika harian tersebut terbit di Bukittinggi tahun 1955. Ternyata, semua tulisan yang dikirimnya selalu dimuat dan nyaris tanpa koreksian.

Moeslim Kawi selalu mencantumkan kode “MK” di akhir tulisan pada setiap berita yang dikirimnya. Ketika itu redaktur surat kabar Moeslim Roesdi, yang dipimpin oleh Osman Hasibuan dan Soewardi Idris (Wapimred) yang merupakan sahabat dan teman sepermainan Moeslim Kawi, ternyata tahu bahwa kode wartawan MK tersebut adalah Moeslim Kawi

Selamat jalan Pak Moeslim Kawi. 

Sumber : https://riau.siberindo.co/02/12/2021/moeslim-kawi-wartawan-tiga-zaman-penerima-press-card-number-one-meninggal-dunia/


1 Desember 2021

Dikunjungi KSAD, Kapolri Pastikan Sinergitas TNI-Polri Dioptimalkan Hadapi Segala Bentuk Ancaman

Berita Terkini, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman bersilahturahmi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/12/2021). 

Dalam pertemuan itu mereka membahas soal sinergitas dan soliditas TNI-Polri adalah harga mati dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengawal seluruh kebijakan Pemerintah. 

"Baru saja saya mendapatkan kunjungan dari bapak KSAD.  Tentunya banyak hal kita diskusikan khususnya bagaimana menjaga sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri di dalam melaksanakan tugas di lapangan," kata Sigit.

Menurut mantan Kapolda Banten ini, sinergitas dan soliditas TNI-Polri adalah kunci untuk menghadapi segala bentuk ancaman dan tantangan yang akan dihadapi oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Baik terkait tugas dalam melaksanakan kegiatan yang sifatnya menghadapi ancaman terhadap situasi kamtibmas. Dan tentunya bagaimana kita bersinergi dalam melaksanakan tugas dalam menjaga dan mengawal kebijakan Pemerintah," ujar eks Kabareskrim Polri ini. 

Oleh karena itu, Sigit menekankan bahwa, kedepannya sinergitas dan soliditas TNI-Polri yang sudah berjalan baik selama ini, akan kembali dioptimalkan demi kepentingan Negara dan Bangsa Indonesia. 

"Dan kita sepakat bahwa sinergitas dan soliditas yang telah terjalin selama ini akan semakin kita optimalkan dalam pelaksanaan tugas mendatang," ucap Sigit.

Sementara itu, KSAD Jenderal Dudung menegaskan bahwa, selama ini sinergitas dan soliditas TNI-Polri tidak pernah padam. Menurutnya, personel TNI dan Polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat. 

"Saya sampaikan kepada para Pangdam pada saat saya entry briefing apapun situasinya dan apapun bentuknya TNI harus hadir di tengah masyarakat bersama Polisi. Disitu harus menjadi bagian dari solusi," kata Dudung usai bersilahturahmi dengan Kapolri. 

Dudung menekankan, TNI-Polri harus bergerak cepat dalam menghadapi segala bentuk ancaman yang ada. Apalagi, di tengah Pandemi Covid-19 dewasa ini. 

"Jangan menunggu waktu, karena ini kita dukung program Pemerintah bagaimana pascaCovid-19 luar biasa. Masyarakat sangat menantikan bagaimana pemulihan perekonomian," ujar Dudung.

Sebagai KSAD, Dudung telah meminta kepada Pangdam jajaran untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam setiap kegiatan terkait memulihkan pertumbuhan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 dan menjaga keamanan serta keutuhan Negara Indonesia. 

"Dan kedepan saya dengan kepolisian akan selalu bersinergi  dan soliditas tetap kita jaga dimana pun berada adalah kepentingan rakyat. Saya sampaikan bahwa jajaran TNI-AD kalian harus dicintai dan disayangi rakyat, tetapi yang lebih hebat lagi kalian harus mencintai rakyatnya," tutup Dudung.***(rls)

Cuaca Buruk Halang Tim JKW-PWI Memasuki Kalimantan

Berita Terkini, KEPULAUAN RIAU - Cuaca buruk menghambat pelayaran kapal penumpang di banyak perairan Indonesia. Kendala ini pula yang dihadapi tim motoris Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI).

Rencana tim untuk berlayar dari Kepulauan Riau ke Pulau Kalimantan hari ini (Rabu, 1/12/2021) tampaknya kembali tertunda. Para motoris menerima kabar tidak menyenangkan ini kemarin.

Senin (29/11/2021) malam, tim sudah merapat di Tanjung Pinang, Mereka langsung mencari informasi kapal yang akan berlayar dari Pelabuhan Tanjung Uban menuju Pelabuhan Sintete di Kalimantan Barat.

Tim menginap di Hotel Lumba-Lumba yang telah disiapkan oleh sponsor. Telah menunggu di sana adalah pihak dari Ban Kingland yaitu Herman Jasa Saputra selaku Supervisor Kingland Batam; lalu ada Bahagia selaku Direktur PT Cahaya Eco Indonesia Batam; juga Stefanus Antony Wijaya yang merupakan Direktur PT Niaga Sukses Bintan, Tanjung Pinang.

Esok paginya, tim singgah di toko milik Stefanus Antony Wijaya di Jalan Kijang Lama Nomor 7. Persis di Belakang Ruko Bangunan Center Point, Tanjung Pinang. Setiba di sana, informasi tak sedap itu datang.

Kapal Bahtera Nusantara batal berlayar hari ini. Antony menerima kabar dari seseorang bernama Edo, yang katanya komoder kapal itu. 

“Cuaca di lautan buruk. Bagaimana ini?” ucap satu-satunya motoris wanita dalam tim, Yanni Krishnayanni, menirukan Antony. 

“Seketika kami semua lemas,” imbuhnya. 
 
Antony berinisiatif menelpon koleganya untuk mencari informasi lebih jauh ke Pelabuhan Kijang. Informasinya ada kapal Pelni khusus penumpang, yang akan berlayar ke Sintete pada sore hari. 

Empat kuda besi tunggangan tim JKW-PWI ditinggal. Mereka menggunakan satu mobil ditemani Herman Jasa Saputra segera menuju pelabuhan Kijang. Sekitar tengah hari tiba di Pelabuhan Kijang, loket belum dibuka. Tidak seorang juga yang bisa dimintai informasi. 

Antony dan Herman, sibuk menelepon siapa pun jaringan yang bisa memberi informasi. Tetap saja tidak ada titik cerah. 

Tim menyambangi Kantor Pelni yang berada di jalan A. Yani, Tanjung Pinang. Jawaban yang didapatkan justru menambah keruwetan. Tes PCR menjadi syarat utama untuk menyeberang. 

Mobil melaju kembali ke kantor Antony, tempat motor dititipkan. Dua motoris PWI, Agus Blues dan Indrawan Ibonk, memutuskan ke Pelabuhan Tanjung Uban, demi mendapatkan informasi lebih detail. Dua rekan lainnya, Sonny Wibisono dan Yanni, kembali ke Hotel Lumba Lumba.

Menjelang sore, tim menerima foto surat Berita Acara Pengalihan Rute Kapal yang dirilis pihak ASDP. Isinya pemberitahuan cuaca buruk. Gelombang laut diperkirakan 2.5 hingga 4 meter, dengan kecepatan angin 30 hingga 40 knot yang akan terjadi mulai 30 November hingga 7 Desember 2021.

"Tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Sekali lagi terbukti, manusia cuma bisa berencana, alam yang menentukan. Jalan alternatif lainnya adalah terbang dengan pesawat, tapi nasib motor bagaimana? Mau tidak mau, tim harus menunggu,” ucap Yanni.

Ada cerita di setiap kilometernya. Jadi, inilah kisah perjalanan di kilometer 5.321. Tim harus menanti cuaca membaik untuk bisa memasuki Kalimantan.

Benar pula nasihat yang bilang ada peluang di balik bencana. Empat motoris punya waktu agak panjang untuk merenggangkan otot-otot badan. 

Sambil terus berdoa agar cuaca cepat membaik, hari ini tim JKW-PWI mengisi waktu dengan berkunjung ke Pulau Penyengat yang bersejarah, serta destinasi wisata lain di Tanjung Pinang.***(rls)

Menpora Minta Media Terus Sosialisasikan DBON pada Masyarakat

Berita Terkini, SANUR – Peran media dalam mensosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat sangatlah besar. Terlebih, jika program tersebut masih terbilang baru. Untuk itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI terus melakukan sosialisasi program unggulan mereka, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang baru saja mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021.

Agar komponen-komponen yang terkandung dalam DBON bisa dipahami oleh masyarakat, sosialisasi secara berkesinambungan harus dilakukan, tentu dengan dukungan maksimal dari media. “Teman-teman jurnalis ini istimewa, karena kalau saya sosialisasikan DBON pada teman-teman jurnalis, maka akan segera
tersosialisasikan secara masif kepada masyarakat,” kata Menpora Zainudin Amali di acara Webinar Nasional Hybird DBON 2021, Rabu (1/12/2021), di Grand Inna Sanur, Bali.

Menurut Menpora, sebelum lahirnya Perpres No.86 tahun 2021, sosialisasi dengan kalangan media sudah dilakukan. “Sebelum lahirnya Perpres 2021, kami sudah sosialisasikan pada teman-teman jurnalis. Karena saya menganggap, komunikasi dengan PWI, Siwo PWI, dan teman-teman jurnalis sangat penting. Sebab, teman-temanlah yang bisa mensosialiskan program ini secara cepat kepada masyarakat,” lanjut Menpora.

Dengan tersosialisasinya DBON kepada masyarakat melalui media, diharap masyarakat bisa lebih memahami pentingnya budaya olahraga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, DBON tak hanya menjadi pedoman bagi cabang olahraga prestasi, tapi juga menjadi pedoman bagi olahraga kemasyarakatan.  

“Meningkatkan budaya olahraga di tengah-tengah masyarakat adalah hulunya, sedangkan prestasi adalah hilirnya. Kalau masyarakat bugar, maka akan mudah mencari talenta-talenta di berbagai daerah. Kita ingin menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, unggul, dan kompetitif. Semua itu diawali dari masyarakat yang bugar,” jelas Menpora. 
Menurut Menpora, salah satu cara untuk mengukur tingkat kebugaran seseorang adalah dengan menghitung langkah per hari seseorang. “Rata-rata orang Indonesia hanya melakukan 3.500 langkah per hari. Padahal untuk bugar, harus 7.000 langkah per hari. Untuk itu, kita terus dorong agar budaya olahraga masyarakat terus meningkat,” ucapnya.

Khusus untuk olahraga prestasi, hadirnya DBON diharapkan bisa kian meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. Ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020 yang meminta Kemenpora melakukan evaluasi total pada dunia olahraga nasional agar prestasi olahraga Indonesia di level dunia kian meningkat.

“Kalau olahraga prestasi berjalan tanpa desain, maka hasilnya akan seperti sekarang. Tidak ada lapisan bawah yang menopang atlet-atlet senior. Potret masalah itulah yang kami tangkap, baik secara pendek, menengah, dan panjang. Dari situlah lahir DBON,” ujar Menpora.

Ia menegaskan, target utama yang dibidik melalui DBON adalah prestasi di Olimpiade dan Paralimpiade. Sementara sasaran antara adalah meraih sukses di Asian Games, Asian Para Games, SEA Games, ASEAN Para Games. “Pada Olimpiade 2044, Indonesia harus masuk di peringkat 5 dunia. Di Paralimpiade juga demikian. Target ini ditetapkan setelah kami berdiskusi dengan para pakar. Jadi, ada hitungannya untuk masuk ke target itu. Jka kita kosisten dan berstruktur, maka peringkat 5 dunia di Olimpade 2044 bukan hal mustahil,” tandas Menpora.***(rls)

Sempena Hari Ritel Nasional II 2021, Sekjen PWI Pusat dan Ketum APRINDO Teken MoU

Berita Terkini, JAKARTA - Rangkaian kegiatan Hari Ritel Nasional (HRN) II 2021 secara resmi ditutup. Penutupannya ditandai dengan penyerahaan apresiasi bagi UMKM terbaik, pemenang lomba karya tulis HRN dan penandatanganan Nota Kesepahaman Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Nota Kesepahaman ditandatangani Ketua Umum APRINDO Roy Nicolas Mandey dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Mirza Zulhadi disaksikan Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr Jerry Sambuaga.

Rangkaian kegiatan HRN 2021 yang dipusatkan di Atrium Aeon Mall, Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur ini, ditutup Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr Jerry Sambuaga dengan pemukulan tetengkoren, Selasa (30/11/2021). 

Wamen Sambuaga saat menutup HRN mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan APRINDO guna mewujudkan Ritel yang Tangguh, UMKM Maju menuju Indonesia Bangkit.

“Ada kabar terbaru bagi bisnis ritel Indonesia,” kata Wamendag.

“Kementerian Perdaganganan baru saja menandatangani Memorandum of understanding (MoU) dengan pelaku usaha di Beijing. Unit usaha yang disepakati, diantaranya di bidang konsumsi dan kebutuhan sehari-hari,” kata Jerry Sambuaga.

Hal positif lainnya, tambah Wamendag, neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2021 ini mencatatkan surplus sebesar US$ 5,73 miliar. Surplus tersebut ditopang surplus neraca nonmigas yang mencapai US$ 6,61 miliar. 

Secara akumulatif, surplus neraca perdagangan periode Januari-Oktober 2021 mencapai US$ 30,81 miliar. Nilai ini jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan terbesar sejak 2012 atau sepanjang 10 tahun terakhir.

“Surplus perdagangan bulan Oktober 2021 ini melanjutkan tren surplus secara beruntun sejak Mei 2020 dan merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan neraca tersebut ditopang pertumbuhan ekspor yang tinggi, bahkan ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

“Satu lagi,” katanya. “Kita harus mencitai produk dalam negeri. Saya 100 persen Indonesia. Dari kepala hingga ujung kaki, saya gunakan produk Indonesia. Kemeja saya Batik dalam negeri. Jam tangan hingga cepatu semua buatan dalam negeri. Saya pro buatan Indonesia. Ini tidak sekedar slogan. Ini kongkrit. Saya tidak akan bosan kampanyekan ini,” kata Jerry sembari membuka sepatunya dan memperlihatkannya.

Sementara Ketua Umum APRINDO, Roy Nicolaus Mandey saat opening speech mengungkapkan bahwa peringatan Hari Ritel Nasional ditetapkan sebagai tanda kebangkitan Ritel Indonesia yang ditandai dengan terbentuknya APRINDO tahun 1994, 27 tahun silam oleh para founding fathers riteler.

“Hari ini, historical APRINDO. Maknanya dihari ritel hari ini adalah spirit untuk bangkit. Membangkitkan semangat di tengah pandemi. Membangiitkan produk dalam negeri. Jadi, peringatan HRN kali ini, membangkitkan semangat domestic,” kata Roy Mandey.

Harapannya, katanya, HRN dapat menjadi menjadi legacy APRINDO, untuk memberi kekuatan dan arti bagi perekonomian dan produk bangsa.

Sebelumnya, Ketua Panitia HRN II 2021, Setyadi Surya melaporkan, rangkaian kegiatan HRN tahun 2021 diikuti ratusan UMKM dan diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya Webinar series, bazar online dan forum bisnis yang masih akan berlangsung hingga akhir Desember 2021. Selain itu, pemberian apresiasi bagi UMKM terbaik, pemberian KUR sebagai komitmen Aprindo, dan pemberian penghargaan kepada Pemenang Lomba Karya Tulis Jurnalis HRN II 2021, masing-masing kepada Lukita (Harian Kompas), Wilson Lumi (Cahaya Siang) dan Hendra (Berita Satu).***(rls)

Kesehatan

Internasional

Celebrity

Regional

Hukrim

© Copyright 2019 BERITATERKINI.co | All Right Reserved