Berita Terkini | Kabar Terbaru Hari Ini, Viral, Indonesia, Dunia | BERITATERKINI.co

Headline

Ekonomi & Bisnis

Politik

Peristiwa

Video

2 Oktober 2022

Tragedi Oktober di Kanjuruhan


Berita Terkini, JAKARTA
- DUNIA sepak bola Indonesia berduka cita. Kompetisi Liga 1 yang mempertandingkan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (1/10) berakhir menjadi tragedi. 

Arema kalah dari Persebaya 2-3, suporter marah, dan kerusuhan meledak menjadi huru-hara yang menewaskan sedikitnya 134 orang.

Ini merupakan jumlah korban kerusuhan sepak bola terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia. Bahkan, sangat mungkin jumlah ini merupakan yang terbesar dalam sejarah kerusuhan sepak bola di seluruh dunia. Jumlah korban di Malang masih sangat mungkin bertambah, karena sampai pagi ini masih tercatat 180 orang dirawat di rumah sakit.

Tragedi ini jauh lebih mengerikan dari tragedi Heysel di Brussel, Belgia pada 1985. Ketika itu berlangsung final Piala Champions antara Juvenetus melawan Liverpool, yang dimenangkan oleh Juventus dengan skor 1-0. Suporter Liverpool mengamuk dan membuat kerusuhan. Ratusan orang terluka akibat dinding stadion yang berjatuhan dan 39 meninggal dunia.

Otoritas sepak bola Eropa, UEFA, bertindak tegas dengan menjatuhkan sanksi keras berupa larangan bagi seluruh klub Inggris untuk mengikuti kompetisi apa pun di level Eropa. Bukan hanya Liverpool yang dikenai sanksi, tapi seluruh klub Inggris. Yang berbuat onar adalah suporter Liverpool, tapi yang menanggung sanksi adalah seluruh klub sepak bola Inggris.

Dengan sanksi tegas dan keras tanpa kompromi itu seluruh klub di Eropa berbenah dan menata hubungan dengan suporter. Organisasi suporter di seluruh Eropa berbenah dengan memperbaiki manajemen dan memberikan edukasi terhadap suporter-suporter yang menjadi anggota. Sanksi keras yang dijatuhkan oleh UEFA membawa efek jera yang kongkret.

Di Inggris suporter Hooligan yang terkenal fanatik dan beringas akhirnya bisa memperbaiki diri. Mereka kemudian berubah menjadi kelompok suporter yang punya fanatisme tinggi tapi tidak lagi beringas dan anarkis. Demikian halnya dengan kelompok suporter garis keras klub-klub Italia yang dikenal sebagai ‘’ultras’’. Mereka berbenah dan memperbaiki manajemen, sehingga berhasil menjadi kelompok suporter yang militan tapi tidak brutal.

Di Indonesia tragedi kematian suporter sangat sering terjadi, baik akibat perkelahian antar-suporter maupun karena kecelakaan di dalam atau di luar stadion. Tapi, sampai sejauh ini sanski yang dijatuhkan oleh PSSI, sebagai otoritas tertinggi sepak bola Indonesia, tidak memberikan efek jera yang bisa membawa reformasi total dalam pengelolaan suporter di Indonesia.

Sebelum kompetisi Liga 1 dimulai sudah terjadi korban tewas dalam pertandingan pra-musim Piala Presiden 2022, Juni lalu. Dalam laga di Geloran Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, antara Persib melawan Persebaya, 2 orang bobotoh, suporter Persib, meninggal dunia akibat terjatuh dan terinjak-injak oleh penonoton lain.

Dari laporan match summary terungkap bahwa kerusuhan terjadi karena penonton berdesak-desakan berebut memasuki stadion. Kapasitas GBLA yang 38 ribu full house hampir 100 persen. Data yang terungkap dari penjualan tiket menunjukkan bahwa jumlah penonton mencapai 37. 872 orang. Ini berarti 99,7 persen stadion dipenuhi suporter.

Hal ini merupakan pelanggaran karena aturan Piala Presiden menyebutkan bahwa kapasitas stadion maksimal hanya boleh diisi 75 persen. Dalam pernyataan resmi juga disebutkan bahwa panitia hanya mencetak 19.000 tiket setiap pertandingan. Dalam kenyataannya tiket yang beredar jumlahnya dua kali lipat. Semua penonton yang hadir dalam pertandingan itu diketahui memegang tiket resmi.

Pelanggaran prosedur penjualan tiket, dan antisipasi keamanan yang tidak maksimal, menyebabkan dua nyawa melayang. Harusnya ada evaluasi dan ada sanksi atas kejadian ini. Tetapi ternyata keputusan yang diambil hanya formalitas saja.

Alarm tanda bahaya juga sudah muncul di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo dua minggu yang lalu. Ketika itu ratusan suporter  Bonek mengamuk setelah Persebaya kalah 1-2 dari Rans Nusantara. Suporter Bonek mengamuk, turun ke lapangan, merusak fasilitas stadion, dan melakukan penjarahan. Akibat kerusuhan ini Persebaya harus mengganti kerusakan stadion sampai seratus juta lebih. Persebaya dijatuhi sanksi 5 kali bermain tanpa penonton dalam pertingan home.

Peristiwa di GBLA dan Gelora Delta menjadi alarm tanda bahaya akan munculnya tragedi yang lebih dahsyat. Dan tragedi itu pun akhirnya menjadi kenyataan di Stadion Kanjuruhan. Sampai sekarang masih belum diketahui penyebab jatuhnya korban yang begitu besar. 

Bisa dipastikan bahwa korban meninggal bukan karena bentrok dengan suporter Bonek Persebaya, karena pihak keamanan sudah melarang suporter Bonek untuk datang ke Malang. Kemungkinan yang terjadi adalah suporter meninggal karena mengalami sesak nafas, karena dari video dan foto-foto yang beredar tidak terlihat korban tewas yang mengalami luka parah.

Dugaan sementara menyatakan korban tewas karena sesak nafas oleh gas air mata. Jika benar bahwa gas air mata dipakai untuk membubarkan kerusuhan di stadion maka hal ini merupakan pelanggaran terhadap aturan FIFA, federasi sepak bola internasional, yang tidak memperbolehkan gas air mata dipakai di stadion. PSSI menghadapi risiko sanksi dari FIFA jika terbukti melakukan pelanggaran.

Tragedi Kanjuruhan terjadi ketika publik sepak bola Indonesia masih menikmati sisa-sisa euforia karena penampilan timnas Indonesia yang mengesankan. Dua kemenangan dalam pertandingan FIFA Match Day melawan Curacao, pekan lalu, membuat publik sepak bola nasional terhibur. 

Di level kompetisi internasional Indonesia sedang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Polesan pelatih timnas Shin Tae-yong berhasil membawa timnas senior berhasil lolos ke Piala Asia 2023. Timnas junior U-20 juga lolos ke Piala Asia 2023 di Uzbekhistan. Timnas Indonesia U-20 juga lolos otomatis dalam Piala Dunia U-20 yang bakal digelar di Indonesia, Mei tahun depan.

Tragedi Oktober di Kanjuruhan dikhawatirkan akan membawa sanksi yang memengaruhi keikutsertaan Indonesia di ajang kompetisi internasional itu. PSSI harus segera melakukan antisipasi terhadap hal ini. Sanksi tegas harus dijatuhkan terhadap siapa pun yang bersalah, tanpa pandang bulu. Tim gabungan ‘’fact finding’’ dari PSSI, Polri, dan unsur lain harus dibentuk untuk mengungkap tragedi ini secara tuntas.

Selama ini, PSSI selalu gamang dalam mengambil keputusan tegas, karena adanya konflik kepentingan di internal PSSI. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa banyak petinggi PSSI yang mempunyai klub yang berkompetisi di liga Indonesia. Kali ini PSSI tidak punya pilihan lain kecuali bertindak tegas dan menyingkirkan berbagai konflik kepentingan. 

Publik tahu bahwa seorang petinggi PSSI mempunyai saham pribadi di Arema Malang. Konflik kepentingan ini harus disisihkan. Kalau tidak, PSSI akan terancam disisihkan dari perhelatan sepak bola internasional.***

Oleh: Dr Dhimam Abror Djuraid, Wakil Ketua Dewan Pakar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat


1 Oktober 2022

Sudah Sering Dikomplain, PT SAGM Terkesan Tidak Peduli Keluhan Masyarakat Desa Sebatu


Berita Terkini, BATANG TUAKA
- Terkait dengan limpahan air yang diduga dari PT. Setia Agrindo Mandiri (SAGM), Pemerintah Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengungkapkan bahwa pihaknya sudah sering turun ke lahan warga yang terdampak banjir.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Amiruddin saat diwawancarai wartawan, Sabtu (1/10/2022) malam.

"Di bawah pimpinan Bu Yanti tahun 2019 kami dari Pemerintah Desa Kuala Sebatu sudah sering turun ke lokasi melihat kondisi lahan warga yang terdampak banjir. Dan kami sebelumnya juga sudah pernah melakukan audiensi kepada pihak perusahaan, namun pihak PT itu dalihnya minta proposal, sudah kita sampaikan, cuman tidak ada kelanjutannya," kata Amiruddin.

Kemudian, Amir juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 akhir, di Parit Sejanda juga pernah ada permasalahan hingga airnya meluap. "Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, turun langsung meninjau ke lokasi, itu juga kami pernah bernegosiasi, selalu saja pembahasannya itu layangkan proposal nanti kita normalisasi, cuman setelah pertemuan itu, ya begitulah, didiamkan lagi oleh pihak perusahaan," tukasnya.

Sekretaris Desa Kuala Sebatu itu juga menyebutkan bahwa setiap kali melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan tidak menemukan solusi yang kongkrit.

"Karena setiap pertemuan pihak perusahaan selalu mengirimkan orang yang tidak bisa memberikan keputusan, istilahnya itu pertemuan kita sia-sia saja, contoh di awal-awal jabatan pak Budi kemarin, sekitar bulan April di Sebatu Dalam bagian parit Anging mammiri itu jebol juga kemarin, lahan-lahan masyarakat tenggelam sudah kita lakukan pertemuan di kantor desa, setelah itu sudah kami sampaikan dari pihak Desa mengusulkan bagaimana perusahaan itu bisa normalisasi," tuturnya.

"Cuman mereka sering menyebutkan  istilah, nanti  kita sampaikan ke atas. Setelah kita diamkan tak ada juga sampai sekarang, hasil yang didapatkan hanya Zonk," pungkasnya.***(rls)

Warga Desa Sebatu, Inhil 'Meradang', Lahan Pertanian Tenggelam Diduga Akibat Limpahan Air Dari PT SAGM


Berita Terkini, SEBATU
- Diduga, karena akibat limpahan air dari PT Setia Agrindo Mandiri (SAGM), lahan perkebunan dan pertanian milik masyarakat Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tenggelam (banjir, red).

Dari dampak tersebut, lahan yang dahulu terkenal produktif ini terancam menjadi lahan mati dan tidak bisa difungsikan lagi. 

Menurut warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa, di wilayah dusun Tasik Pilang dan Dusun Panglima dalam lima tahun terakhir tidak ada aktivitas perkebunan maupun pertanian yang dilakukan oleh masyarakat di sana. 

"Sejak adanya limpahan air dari  perusahaan, sekitar 5 tahun ini kami beginilah, perkebunan hancur pertanian ratusan hektar juga tidak bisa lagi difungsikan karena air selalu menggenangi lahan sehingga tidak ada yang bisa lagi diupayakan," katanya saat diwawancarai wartawan di lokasi lahan yang memang terlihat penuh genangan air. 

Kemudian ia menambahkan bahwa, dulunya  di daerah tersebut menghasilkan banyak buah kelapa, dan tidak hanya itu, hasil persawahannya juga melimpah.

"Dahulu di tempat kami ini hasilnya ratusan ton, ya kan, sekarang jangankan ratusan ton, satu biji pun tidak kami dapatkan, dari padi. Belum lagi dari palawijanya biasanya kami nanam jagung nanam kacang sekarang tidak bisa sama sekali," keluhnya, Kamis (29/9/22).

Selanjutnya dia menambahkan, sejauh ini sebagai masyarakat tempatan dia sudah pernah menyampaikan keluhannya saat ada pertemuan di kantor desa beberapa waktu yang lalu bersama dengan pemerintah kecamatan. Namun sampai saat ini belum ada yang turun langsung ke lokasi.

"Kami sudah menyampaikan persoalan ini kepada pihak pemerintah kecamatan yang hari itu ke kantor desa, namun sampai sekarang belum ada yang turun ke sini melihat langsung kondisi kami," tukasnya.

Terakhir, ia berharap dengan adanya informasi ini, semoga pemerintah bisa membantu untuk mengatasi keluhan masyarakat yang selama ini belum menemukan solusi.

"Kami memohon kepada pemerintah supaya tempat kami ini bisa seperti semula," tuturnya.

Sementara itu, secara terpisah, Manager PT SAGM melalui Humas PT SAGM Darma saat di konfirmasi wartawan via telepon dan WhatsApp belum merespon.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak media masih menunggu informasi/ jawaban dari pihak perusahaan.***(rls)

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Dandim Inhil Ingatkan Jiwa Juang dan Pertahankan Pancasila


Berita Terkini, TEMBILAHAN
- Komando Distrik Militer (Kodim) 0314/ Inhil mengelar upacara rangka Hari Kesaktian Pancasila tahun 2022, dengan Inspektur Upacara komandan kodim Letkol Arh Nahruddin Roshid SE M Tr (Han).

Untuk diketahui dalam pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila diikuti para perwira staf dan para Danramil beserta personel perwakilan Koramil 01/ Tembilahan, Koramil 03/ Tempuling, Koramil 12 Batang Tuaka di Lapangan Upacara Makodim Jalan A Yani Parit 9 Tembilahan Hulu, Sabtu (1/10/2022).

Bertindak selalu Perwira Upacara Kapten Arh Sugiyono Pasi Pers Kodim 0314/ Inhil, Komandan Upacara Letda Arm Muhazar sedangkan pembaca UUD 1945 Serma Ragil Muliadi serta Pembaca Ikrar Serda Ucok G Harahap

Dandim selaku Inspektur Upacara mengatakan, upacara tersebut diselenggarakan tiap tanggal 1 Oktober tepat pada hari Kesaktian Pancasila, guna  mengenang, menghormati para pahlawan revolusi yang sudah lebih dulu berjuang untuk kemerdekaan negara.

Selain itu juga untuk membentuk rasa cinta tanah air dan patriotisme prajurit serta membentuk jiwa juang prajurit serta penghormatan terhadap bangsa Indonesia.

Dandim  berpesan agar sikap kritis generasi muda hendaknya dilandasi dengan pondasi agama, nasionalisme, dan ideologi Pancasila yang kuat. Sikap kritis generasi bangsa merupakan aset yang harus diarahkan sesuai kepribadian luhur bangsa Indonesia. "Sehingga akan membawa manfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Tuban," tuturnya.

Dalam Hari Kesaktian Pancasila tahun 2022 ini dikatakan Dandim juga harus meningkatkan jiwa juang prajurit dan mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah berjuang mempertahankan Ideologi Pancasila.

Usai melaksanakan upacara peringatan hari kesaktian Pancasila tahun 2022, Komandan Kodim kepada seluruh jajarannya, bahwa upacara yang telah laksanakan tadi jangan dianggap biasa ataupun kegiatan seremonial saja.

"Ini menjadi bukti bahwa Pancasila merupakan satu-satunya falsafah bangsa Indonesia yang harus kita junjung tinggi dan pertahankan. Sebagai patriot bangsa kita wajib menjaga, menjunjung tinggi dan mempertahankan Pancasila sampai kapanpun," tegas Dandim.***(mar)

Polres Inhil Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila


Berita Terkini, TEMBILAHAN
- Polres Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan kegiatan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Sabtu 1 Oktober 2022, di Lapangan Apel Mapolres Inhil.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK Perwira Upacara Kasat Binmas Polres Inhil AKP Nasri Suardi dan Komandan Upacara Kanit 3 Sat Reskrim, IPDA Andrianto SH MH.

Upacara tersebut dihadiri juga Oleh Pejabat Utama Polres Inhil, Para Kabag, Kasat, Kasi, Perwira Bintara serta PNS Polres Inhil.

Kapolres Inhil, AKBP Norhayat menuturkan, setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini, kata dia, dimaksudkan untuk mengenang kembali sejarah dalam mempertahankan ideologi bangsa.

“Hari Kesaktian Pancasila juga sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para Pahlawan Revolusi,” ungkapnya.

Ia mengajak untuk menjaga negara Indonesia dengan mengamalkan Pancasila. Sebagai pemersatu dalam kebhinekaan.

“Komitmen berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila harus ditanam sedini mungkin, masa depan Indonesia ada di tangan anak cucu kita,” ungkapnya.

“Mari kita jaga bersama persatuan dan kesatuan negeri ini dengan mengamalkan Pancasila dalam setiap tindakan,” pungkasnya.***(mar)

30 September 2022

Polres Inhil Gelar Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-67 Tahun 2022


Berita Terkini, TEMBILAHAN
- Polres Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan Syukuran dalam Rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-67 Tahun 2022, Jumat (30/9) pagi, di Aula Rekonfu Polres Inhil, Jalan Gajah Mada Tembilahan.

Kegiatan dihadiri Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK, Ketua Bhayangkari Inhil, Ny. Ani Norhayat, Dandim 0314/Inhil diwakili oleh Pasi Ops Kodim 0314/Inhil Kapten Inf Tarmizi, para Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Tokoh Masyarakat Inhil, dan Organisasi Masyarakat Inhil.

Syukuran dalam Rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-67 tahun 2022 ini mengambil Tema “Polantas yang Presisi Pulih dan Bangkit bersama Menuju Indonesia Maju”.

Kapolres Inhil AKBP Norhayat mengatakan Satuan Lalu Lintas merupakan salah satu urat nadi perekonamian suatu negara.

"Oleh sebab itu pemeliharaan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara serta merupakan suatu cermin keberhasilan dari pembangunan peradaban modern," sebutnya.

Sehubungan dengan pelaksanaan Syukuran ini, Kapolres menginformasikan, selama 14 Hari dimulai dari tanggal 3 Oktober hingga 16 Oktober 2022 akan dilaksanakan Operasi Zebra Lancang Kuning 2022 di wilayah hukum Polres Inhil.

"Pada pelaksanaan Operasi Zebra Lancang Kuning tahun ini, Polri akan mengedepankan penindakan yang bersifat simpatik dan humanis kepada para pengguna jalan. Selain itu, juga diisi dengan kegiatan edukasi yang dalam hal ini sesuai tema operasi guna mewujudkan Kamseltibcarlantas, serta kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas dan rambu-rambu yang berlaku," papar Kapolres Inhil.

Ia berharap, kepolisian lalu lintas khususnya jajaran Polres Inhil semakin baik dalam melayani masyarakat.

"Semoga melalui peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-67 Tahun 2022, Sat Lantas Polres Inhil dapat menjalankan tugas dan fungsi kepolisian lalu lintas semakin baik, sebagaimana di dalam tema yakni menjadi polisi yang Presisi, Pulih dan Bangit bersama menuju Indonesia maju," harapnya.

Pada Kesempatan tersebut Kapolres Inhil juga memberikan Penghargaan kepada personel Sat Lantas Polres Inhil yang berprestasi yakni Bamin Urbinopsnal Sat Lantas Polres Inhil Briptu Sabri Fadil SH.

"Dalam hal ini Personel tersebut telah menjadi personel teraktif yang mengajak masyarakat untuk mendownload Aplikasi Si Talam Manis Presisi dan Aplikasi Turjawali," imbuhnya.***(mar)

Kesehatan

Internasional

Celebrity

Regional

Hukrim

© Copyright 2019 BERITATERKINI.co | All Right Reserved