Video: Mayat-mayat Berkain Kafan Penuhi Rumah Pemakaman Muslim di New York - Berita Terkini | Kabar Terbaru Hari Ini, Viral, Indonesia, Dunia | BERITATERKINI.co

8 April 2020

Video: Mayat-mayat Berkain Kafan Penuhi Rumah Pemakaman Muslim di New York

Video: Mayat-mayat Berkain Kafan Penuhi Rumah Pemakaman Muslim di New York

BERITA TERKINI - Sebuah video menggambarkan parahnya kondisi wabah virus corona di New York, Amerika Serikat. Rumah pemakaman Muslim di kota tersebut penuh dengan mayat-mayat yang telah dikafani.

Video tersebut diunggah oleh Mohammed Bin Farouk Bin Mohammed Hambali di akun Facebooknya, Selasa (7/4). Dalam video tersebut, dia masuk ke sebuah rumah pemakaman Muslim di distrik Brooklyn, New York City.

"Yang meninggal karena COVID-19 hari ini di atas 15 kasus," kata seorang petugas pemakaman yang mengenakan masker dan sarung tangan karet.

Farouk diantar oleh seorang pegawai rumah pemakaman tersebut. Ketika masuk, Farouk terkejut mendapati banyaknya mayat di dalamnya.

Mayat-mayat yang telah dikafani tergeletak memenuhi sebuah ruangan di ruang pemakaman itu. Mereka terletak di atas meja dan kebanyakan dibaringkan di lantai, berhimpitan satu sama lain.

Kalimat tahlil, laa ilaa ha illalla, dan istirja, Innalillahi wa innalillahi rojiun, tidak berhenti keluar dari mulut Farouk ketika melihatnya. Beberapa mayat terlihat belum selesai dikafani, kaki dan wajah mereka tak tertutupi. Beberapa hanya dibungkus kantung mayat. 

Bergerak ke ruangan lainnya, beberapa mayat terlihat berada di tempat yang bukan seharusnya. Mayat-mayat juga terlihat di lantai atas, hampir mendekati kantor administrasi.

Berdasarkan nomor telepon yang tampil di video tersebut, rumah pemakaman itu memang benar berada di Brooklyn, bernama Islamic International Funeral Services Inc. Alamat lengkapnya adalah 4123 4Th Avenue, Brooklyn, NY, 11232. 

Dalam penelusuran di Google Map, foto bagian depan rumah pemakaman di Brooklyn tersebut persis seperti yang terekam pada video Farouk.

Video tersebut menunjukkan parahnya wabah virus corona di New York, negara bagian terparah yang didera COVID-19 di Amerika Serikat. Dalam sehari pada Senin lalu, ada 731 kematian akibat COVID-19, menjadikannya total 5.489. 

Di waktu yang sama, tercatat ada kenaikan 656 kasus positif di New York. Sehingga jumlah positif COVID-19 di New York mencapai 138.836 kasus. Di AS sendiri ada lebih dari 400 ribu penderita corona, angka kematian total hampir 13 ribu orang. 

Perintah social distancing juga berpengaruh pada prosesi pemakaman Muslim di New York.
 
Dalam akun Facebooknya, Islamic International Funeral Services Inc, mengunggah fatwa Majelis Syura New York soal larangan salat jenazah di masjid dan mengikuti penguburan.


Salat jenazah harus dilakukan oleh orang-orang yang memakai alat pelindung diri lengkap.

Penundaan pemakaman juga diperbolehkan di saat padat seperti ini, hingga rumah pemakaman bisa memakamkannya.

"Kami menyerukan semua orang untuk memanjatkan doa yang tulus bagi jenazah, bagi keluarga yang ditinggalkan, untuk bertaubat, untuk memohon ampunan Allah, agar bisa melalui saat-saat yang sulit ini," ujar Majelis Syura New York. (*)




Loading...
loading...

Berita Lainnya

Berita Terkini

© Copyright 2019 BERITATERKINI.co | All Right Reserved