Menlu Wang Yi: Mereka Yang Melanggar 'Satu China' Akan Jadi Musuh 1,4 Miliar Orang - Berita Terkini | Kabar Terbaru Hari Ini, Viral, Indonesia, Dunia | BERITATERKINI.co

31 Agustus 2020

Menlu Wang Yi: Mereka Yang Melanggar 'Satu China' Akan Jadi Musuh 1,4 Miliar Orang

Menlu Wang Yi: Mereka Yang Melanggar 'Satu China' Akan Jadi Musuh 1,4 Miliar Orang

BERITA TERKINI - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi memberikan peringatan tajam terkait dengan prinsip "Satu China" sebagai respons atas kunjungan Ketua Senat Republik Ceko, Milos Vystrcil ke Taiwan.

Dalam kunjungannya ke Jerman pada Senin (31/8), diplomat top Beijing tersebut mengatakan, mereka yang mencoba untuk menantang prinsip "Satu China" terhadap persoalan Taiwan akan menjadi musuh dari 1,4 miliar orang.

Pernyataan Wang Yi yang merupakan penasihat negara tersebut merujuk pada populasi China saat ini.

Terkait dengan kunjungan Vystrcil, Wang Yi menegaskan tindakan tersebut sebagai provokasi dan China tidak akan tinggal diam.

"Taiwan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari China dan China tidak akan duduk diam," tegas Wang Yi seperti dikutip CGTN.

Vystrcil sendiri memimpin delegasi yang terdiri dari sekitar 90 orang, termasuk Walikota Praha Zdenek Hrib, untuk mengunjungi Taiwan dari 30 Agustus hingga 4 September sebagai sebuah misi dagang.

Pada Sabtu (29/8), Kedutaan Besar China di Republik Ceko menyatakan penolakan yang kuat atas kunjungan tersebut.

"Ketua senat secara serius mencampuri urusan dalam negeri China dan melanggar kedaulatan nasional dan integritas teritorial China," ujar jurubicara kedutaan sembari memperingatkan bahwa langkah Vystrcil telah melanggar norma dasar hubungan internasional dan komitmen politik bilateral.

Jurubicara tersebut juga mendesak pihak Ceko untuk mematuhi prinsip "Satu China" dan mengambil tindakan nyata untuk menjaga situasi hubungan China-Ceko secara keseluruhan.

Sebelumnya, Dutanbesar China untuk Republik Ceko, Zhang Jianmin juga memperingatkan kemungkinan konsekuensi akibat perjalanan tersebut.

"Hubungan China-Ceko telah ditentang oleh politisi tertentu yang melanggar prinsip "Satu China" dan aturan internasional," kata Zhang dalam wawancara dengan surat kabar lokal Halo noviny.
"Perilaku seperti itu mengorbankan kepentingan perusahaan dan orang Ceko serta merusak kerja sama pragmatis antara kedua pihak," tambahnya.  (rmol)




Loading...
loading...

Berita Lainnya

Berita Terkini

© Copyright 2019 BERITATERKINI.co | All Right Reserved