“Tak Berkenan, Silakan Keluar” : Pesan Tegas atau Alarm Soliditas Golkar Inhil?

Berita Terkini, TEMBILAHAN – Sebuah pernyataan tegas disampaikan Ketua DPD Golkar Inhil terpilih, Herman saat berbicara di hadapan sejumlah kader dan pengurus partai, Selasa (22/9/2026) malam. 

Dalam sebuah video yang diterima redaksi, Herman yang saat itu mengenakan seragam kuning Golkar meminta pihak-pihak yang tidak berkenan membesarkan partai agar meninggalkan kepengurusan.

“Jadi bagi siapa yang kira-kira tidak berkenan ingin membesarkan Golkar ini, silakan keluar dari kepengurusan partai,” ancam Herman.

Ia juga menegaskan bahwa langkah yang disampaikan berkaitan dengan perintah partai.

“Karena kami tidak ingin ada benalu dalam (kepengurusan) Golkar. Karena perintah ini perintah partai,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya kesediaan seluruh pengurus untuk menjalankan arah dan kebijakan organisasi serta berkontribusi dalam membesarkan Partai Golkar.

Di tengah dinamika organisasi dan proses regenerasi kepemimpinan, pernyataan itu menjadi perhatian karena menyangkut komitmen kader dalam menjalankan roda organisasi partai.

Untuk catatan, pernyataan tegas yang meminta pihak-pihak yang tidak berkenan membesarkan Partai Golkar untuk keluar dari kepengurusan menjadi pesan yang patut dicermati di tengah dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Indragiri Hilir.

Di satu sisi, setiap partai politik tentu membutuhkan kader yang memiliki komitmen, loyalitas, dan kesediaan bekerja untuk membesarkan organisasi. Kepengurusan partai bukan sekadar jabatan struktural, melainkan juga tanggung jawab untuk menjaga marwah, memperkuat konsolidasi, serta memperjuangkan kepentingan organisasi.

Namun, di sisi lain, soliditas partai tidak semestinya hanya diukur dari keseragaman sikap atau kepatuhan terhadap perintah. Soliditas yang sesungguhnya justru diuji ketika terdapat perbedaan pandangan, persaingan internal, dan kepentingan yang tidak selalu berjalan searah.

Partai yang solid bukanlah partai yang meniadakan perbedaan, melainkan partai yang mampu mengelola perbedaan tanpa kehilangan persatuan.

Sampai saat ini para pengurus dan kader Partai Golkar Inhil belum ada yang memberikan tanggapan atas 'ancaman' Herman ini.***