Lembaga Penyiaran Terancam Gangguan Karena Satelit Nusantara 2 Gagal Mengorbit

BERITA TERKINI - Sebanyak 23 lembaga penyiaran televisi dan 8 stasiun radio terancam terganggu, setelah satelit Nusantara Dua (Palapa N-1) yang direncanakan menggantikan Palapa D gagal mencapai orbit.

Palapa D yang biasa dimanfaatkan untuk penyiaran akan habis masa operasinya pada tahun ini. Pemerintah bersama pihak terkait, seperti Indosat Ooredoo, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), dan PT Pintar Nusantara Sejahtera (Pintar) mencari cara agar penyiaran di Indonesia masih tetap berjalan lancar.

"Satelit Palapa D yang terletak di orbit 113 derajat Bujur Timur saat ini sedang melayani 23 lembaga penyiaran televisi dan 8 radio yang akan deorbit pada akhir Juli 2020 ini," tutur Menkominfo Johnny G Plate dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (10/4/2020).

"Untuk itu, Indosat Ooredoo bekerjasama dengan mitranya PT Pasifik Satelit Nusantara untuk meletakkan satelit baru di orbit 113 derajat Bujur Timur," ucapnya menambahkan.

Sebagai informasi, Indosat Ooredoo, PSN, dan Pintar membentuk perusahaan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) untuk peluncuran dan pengoperasian Nusantara Dua. Adapun PSNS bekerjasama untuk untuk pembelian satelit dengan produsen satelit terkemuka asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC) pada Februari 2019.

Nusantara Dua diketahui diproyeksikan mengisi di slot orbit 113 derajat Bujur Timur (BT) yang akan dimanfaatkan Indosat Ooredoo sebagai penyedia jasa satelit untuk menunjang bisnis media broadcasting di Indonesia. Hal itu juga untuk mencapai visinya menjadi perusahaan digital terdepan di Indonesia.

Nusantara yang tepat waktu peluncuran kemarin (9/4) yang diluncurkan di Xichang Satellite Launch Center (XLSC), Xichang, China. Saat proses peluncuran berjalan baik, namun terjadi anomali ketika memasuki tahapan pelepasan roket tingkat tiga. Sehingga, satelit yang awalnya menyandang nama Palapa Nusantara 1 atau Palapa-N1 itu tidak bisa mencapai orbit yang ditetapkan.

"Perlu ditindaklanjuti kelanjutan layanan dari Palapa D, mengingat televisi nasional sebagaimana disebutkan tadia ada 23 televisi dan 8 radio yang memanfaatkan Palapa D untuk memancarkan penyiaran ke seluruh Indonesia," ucap Menkominfo. (*)