Berita Terkini, TEMBILAHAN – Monyet ekor panjang yang sebelumnya ditangkap di Tembilahan, tapi belum bisa dipastikan apakah yang melakukan penyerangan dan meresahkan warga di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), karena masih menjalani observasi di Pusat Penyelamatan Satwa.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan berdasarkan laporan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, kondisi satwa tersebut secara umum masih normal.
“Satwa sudah dipindahkan ke kandang karantina. Nafsu makannya baik, perilakunya aktif dan agresif, sementara kondisi feses juga normal,” ujar Junaidi kepada wartawan media ini, Senin (10/8/2026).
Junaidi menjelaskan, BBKSDA juga telah mengambil sampel darah untuk pemeriksaan sejumlah penyakit zoonosis, di antaranya tuberkulosis (TB), herpes dan hepatitis.
Hasil rapid test yang dilakukan hingga 9 Agustus 2026 menunjukkan hasil negatif untuk TB, herpes dan hepatitis.
“Untuk hasil rapid test TB, herpes dan hepatitis, hasilnya negatif,” jelasnya.
Meski hasil pemeriksaan awal menunjukkan hasil negatif, menurut Junaidi, pemantauan terhadap satwa belum selesai. Monyet tersebut masih harus menjalani observasi selama 14 hari, terutama untuk melihat kemungkinan adanya gejala rabies.
“Observasi masih dilakukan selama 14 hari ke depan. Ini untuk melihat kondisi dan perilaku satwa, terutama terkait kemungkinan rabies,” katanya.
Selain itu, pemeriksaan DNA terhadap satwa juga belum dapat dilakukan. Berdasarkan laporan BBKSDA, tidak ditemukan bagian tubuh korban yang masuk ke dalam sistem pencernaan monyet sehingga pemeriksaan DNA melalui darah maupun feses belum dapat dilakukan.
Junaidi menegaskan, untuk saat ini monyet tersebut telah berada dalam penanganan pihak yang berkompeten dan ditempatkan di kandang karantina.
“Yang penting saat ini satwa sudah diamankan dan ditangani oleh pihak yang berkompeten. Kita menunggu hasil observasi selama 14 hari ke depan,” pungkasnya.
Monyet ekor panjang tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah sejumlah warga di Kecamatan Tembilahan dilaporkan mengalami serangan. Penangkapan satwa kemudian dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi serangan lanjutan dan menjaga keselamatan masyarakat.***(mar)