203 Titik Hotspot Terdeteksi di Inhil, Tersebar di 14 Kecamatan

Berita Terkini, TEMBILAHAN — Sebanyak 203 titik hotspot terdeteksi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, berdasarkan pembaruan data pemantauan hotspot per 24 Agustus 2026 pukul 08.40 WIB.

Data tersebut menunjukkan hotspot tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Inhil. Pemantauan dilakukan menggunakan sejumlah satelit, antara lain NASA-SNPP, NASA-MODIS dan NASA-NOAA20, dengan tingkat kepercayaan (confidence) yang bervariasi dari rendah, sedang hingga tinggi.

Berdasarkan data yang diperoleh media ini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, sejumlah wilayah tercatat memiliki konsentrasi hotspot yang cukup tinggi. Di antaranya Kecamatan Gaung, Kempas, Keritang, Pelangiran dan Reteh.

Di Kecamatan Gaung, hotspot terdeteksi antara lain di Desa Simpang Gaung, Lahang Hulu, Semambu Kuning, Teluk Kabung, Teluk Merbau, Pungkat serta sejumlah wilayah Desa Anak Serka. Sementara di Kecamatan Kempas, titik hotspot terpantau di Desa Kerta Jaya, Sungai Gantang dan Rumbai Jaya.

Kecamatan Keritang menjadi salah satu wilayah dengan jumlah deteksi yang cukup menonjol. Data menunjukkan hotspot tersebar terutama di Desa Kayu Raja, selain Pebenaan, Teluk Kelasa, Kembang Mekarsari dan Lintas Utara.

Hotspot juga terpantau di Kecamatan Pelangiran, antara lain di Kelurahan Pelangiran, Desa Pinang Jaya, Simpang Kateman, Tanjung Simpang dan Bagan Jaya.

Sementara itu, Kecamatan Reteh juga menjadi perhatian. Data mencatat sejumlah hotspot di Desa Metro serta Pulau Kijang.

Selain wilayah tersebut, hotspot turut terdeteksi di Kecamatan Batang Tuaka, Kateman, Kemuning, Kuala Indragiri, Mandah, Sungai Batang, Teluk Belengkong dan Tempuling.

"Update jam 8 pagi tadi yang terpantau aplikasi Siapongi KLH ada 203 hotspot," ungkap Kepala Kalaksa BPBD Inhil, R Arliansyah kepada wartawan media ini, Senin (24/8/2026).

Untuk diketahui, data hotspot bukan secara otomatis menunjukkan jumlah kejadian kebakaran. Hotspot merupakan titik panas hasil deteksi satelit yang tetap membutuhkan verifikasi lapangan untuk memastikan apakah benar terdapat kebakaran dan seberapa luas area yang terdampak.

Dengan jumlah deteksi yang mencapai 203 titik, kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Inhil.

BPBD Kabupaten Inhil bersama unsur terkait perlu memastikan setiap titik yang memiliki indikasi kebakaran, khususnya titik dengan tingkat confidence tinggi, segera diverifikasi dan ditindaklanjuti di lapangan.

Berdasarkan data tersebut, terdapat sejumlah titik dengan confidence tinggi, antara lain di Kecamatan Gaung, Kempas, Keritang dan Tempuling.

Situasi ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.***