| Sumber photo : Internet |
Massa mendesak Pemkab Inhil mengambil langkah konkret memperjuangkan harga kelapa yang dinilai semakin merugikan petani. Dalam aksi tersebut, massa juga membakar ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi harga kelapa saat ini.
“Kami meminta Bapak Bupati untuk memperjuangkan harga kelapa. Hari ini lebih mahal harga telur daripada harga sebuah kelapa,” teriak massa.
Bupati Inhil H. Herman mengatakan pemerintah daerah membutuhkan dukungan mahasiswa dan masyarakat untuk mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap persoalan harga kelapa.
“Perlu dukungan dari mahasiswa dan masyarakat bagaimana kita mendobrak agar harga kelapa ini menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujar Herman.
Herman menyebut persoalan harga kelapa sebelumnya telah disampaikan dalam rapat di Bappeda yang turut dihadiri staf ahli Menteri Pertanian, namun hingga kini belum mendapat tindak lanjut.
Ia juga mengungkapkan Pemkab Inhil telah berkoordinasi dengan anggota DPR RI, termasuk terkait momentum reses Komisi IV DPR RI di daerah pemilihan Riau.
Herman menegaskan persoalan harga kelapa sangat penting bagi Inhil karena luas perkebunan kelapa mencapai sekitar 425 ribu hektare dan menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Massa berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat segera mengambil langkah nyata memperbaiki tata niaga dan meningkatkan harga kelapa di tingkat petani.***(mar)